JP Radar Kediri - Tak perlu tempat mewah untuk menikmati kuliner yang menggugah selera. Di Desa Pagu, ada sebuah warung sederhana yang justru menjadi langganan pejabat, termasuk Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Warung sederhana itu berada di Dusun Kandangan. Lokasinya ada di tengah suasana pedesaan dengan hamparan sawah di sekelilingnya. Daya tarik warung makan milik Wiji Astutik atau yang akrab disapa Mak Wiji itu ada di menunya. Yakni, derkuku goreng.
Baca Juga: Unik! Kuliner Kediri Tahu Takwa Disulap Jadi Isian Cokelat Dubai
Memasuki warung, pengunjung langsung disambut foto-foto yang terpajang di dinding. Foto-foto itu merupakan potret Wiji bersama para tamu yang pernah mampir. Beberapa di antaranya merupakan pejabat dari berbagai instansi.
Salah satunya yang sangat familiar bagi warga Kabupaten Kediri, adalah sosok Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Rupanya, orang nomor satu di Kabupaten Kediri itu juga pernah mampir di warung sederhana ini.
Wiji sudah menjalankan usahanya sekitar 12 tahun lalu. Menu yang disajikan sebenarnya cukup sederhana. Selain derkuku goreng, ada pula ayam goreng, tahu, tempe, serta sambal korek.
Baca Juga: Pesona Air Terjun Ngleyangan Kediri, Hidden Gem di Kaki Gunung Wilis yang Viral di TikTok
“Yang spesial ya derkuku goreng, banyak yang cari. Derkuku juga gak beli di pasar, tapi cari sendiri,” ungkap lansia 68 tahun itu.
Setiap hari, Wiji mulai mempersiapkan masakan sejak pukul 06.00. Kemudian warung mulai buka sekitar pukul 09.00 hingga 17.00. Dalam menjalankan usahanya, Wiji juga dibantu oleh sang suami.
Meski berada di lokasi yang jauh dari jalan raya, pelanggan yang datang cukup beragam. Bahkan, dalam sehari Wiji bisa menghabiskan hingga sekitar 20 ekor ayam.
Harganya pun relatif terjangkau. Menu yang disajikan dibanderol mulai Rp 15 ribu hingga Rp 25 ribu. Selain bupati, sejumlah pejabat dari Polres Kediri dan Polres Kediri Kota juga pernah mengunjungi warung sederhana miliknya.
Baca Juga: Masuk ke Sendang Jogotowo di Desa Sumberejo Kediri, Pengunjung Harus Lepas Alas Kaki, Kenapa?
“Banyak dari mana-mana ke sini. Alhamdulillah, warung seperti ini dikunjungi bupati,” ungkap Wiji.
Wiji mengaku tidak mengetahui bagaimana warungnya bisa dikenal hingga kalangan pejabat. Itu karena ia juga tidak mengenal perkembangan media sosial.
“Saya juga nggak tahu dikenalnya dari mana. Kadang tetangga bilang masuk TikTok. Tapi ya saya orang kuno, jadi nggak ngerti,” ujarnya sambil tersenyum.
Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri