Dari Jajanan Kukus sampai Gorengan, Ini Camilan Tradisional yang Masih Menarik Dicari di Kediri

Mifta dwi saifin nisa • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 19:31 WIB
Ilustrasi aneka jajanan tradisional berbungkus daun pisang yang dijajakan di lapak sederhana. (Pexels)
Ilustrasi aneka jajanan tradisional berbungkus daun pisang yang dijajakan di lapak sederhana. (Pexels)

JP Radar Kediri - Berburu makanan di Kediri tidak selalu harus mencari sajian berat atau tempat makan yang sedang ramai dibicarakan. Pasar tradisional, warung sederhana, hingga lapak jajanan juga bisa menjadi tempat menemukan camilan dengan bentuk dan cara pengolahan yang beragam.

Sebagian jajanan masih dibungkus menggunakan daun pisang, kemudian dikukus hingga lembut. Ada pula yang langsung digoreng dan disajikan dalam keadaan hangat dengan tekstur lebih renyah.

Perbedaan cara memasak tersebut membuat jajanan tradisional tidak hanya menarik dari rasa, tetapi juga aroma dan teksturnya. Mulai dari nagasari hingga singkong goreng, berikut beberapa camilan yang bisa diperhatikan ketika berburu makanan di Kediri.

Baca Juga: Menelusuri Jejak Jawa Kuno di Museum Airlangga Kediri, Ada 147 Koleksi Bersejarah

Nagasari dengan Aroma Daun Pisang

Nagasari menjadi salah satu jajanan yang lekat dengan cara memasak menggunakan kukusan.

Adonannya memiliki tekstur lembut dengan potongan pisang di bagian tengah. Setelah dibungkus menggunakan daun pisang, jajanan ini dikukus hingga matang.

Saat bungkus dibuka, aroma daun pisang menjadi bagian yang ikut memberi karakter pada makanan.

Rasa manisnya cenderung ringan sehingga nagasari cocok dinikmati sebagai camilan pagi maupun sore bersama teh hangat.

Baca Juga: Jelajah Kediri Lewat Kuliner, Ini Menu Lokal yang Bisa Masuk Daftar Coba

Lemper untuk Pilihan Gurih dan Mengenyangkan

Kalau ingin jajanan dengan rasa gurih, lemper bisa menjadi pilihan.

Beras ketan dimasak hingga pulen kemudian diberi isian, biasanya berupa suwiran ayam atau bahan gurih lainnya. Setelah dibentuk, lemper dibungkus daun pisang agar lebih praktis dibawa.

Teksturnya lebih padat dibandingkan kue basah biasa sehingga satu atau dua buah sudah cukup menjadi pengganjal perut.

Lemper juga cocok dijadikan bekal kecil ketika masih ingin melanjutkan perjalanan.

Arem-Arem dengan Isian di Bagian Tengah

Jajanan berbungkus daun lainnya adalah arem-arem.

Sekilas bentuknya bisa mengingatkan pada lemper, tetapi bahan utama dan teksturnya berbeda. Arem-arem menggunakan nasi dengan isian gurih di bagian tengah kemudian dibungkus menggunakan daun pisang.

Isiannya dapat berbeda tergantung pembuatnya, mulai dari sayuran hingga lauk berbumbu.

Karena menggunakan nasi, arem-arem terasa lebih mengenyangkan dan bisa menjadi pilihan ketika ingin camilan yang mendekati makanan utama.

Baca Juga: Bosan Nasi Goreng Biasa? Coba Kreasi Nasi Goreng Bakso untuk Menu di Rumah

Putu Menarik karena Proses Mengukusnya

Kue putu menawarkan pengalaman berbeda karena biasanya dimasak menggunakan uap panas dalam cetakan.

Bagian tengah diberi gula merah, sementara setelah matang permukaannya dilengkapi kelapa parut.

Tekstur yang lembut berpadu dengan gula yang meleleh memberikan sensasi manis ketika digigit.

Jika menemukan penjual putu yang memasaknya langsung, suara dan uap dari proses memasak juga menjadi bagian menarik dari pengalaman membeli jajanan tradisional.

Pisang Goreng untuk Teman Minuman Hangat

Dari jajanan kukus, pilihan bisa beralih ke yang digoreng.

Pisang goreng menjadi salah satu camilan sederhana yang cocok disantap dalam keadaan hangat. Bagian luar berlapis adonan tepung, sedangkan bagian dalam tetap lembut dengan rasa manis alami dari pisang.

Kopi atau teh hangat menjadi pasangan yang sederhana tetapi cocok untuk menikmati pisang goreng saat beristirahat.

Baca Juga: Jajanan Bertekstur Kenyal di Kediri, dari Cenil sampai Lupis

Bakwan untuk Pencinta Rasa Gurih

Bakwan menjadi pilihan bagi yang lebih menyukai jajanan gurih.

Adonan tepung dengan campuran sayuran digoreng hingga bagian luarnya lebih kering. Cabai rawit atau sambal bisa menjadi pelengkap untuk memberikan rasa pedas.

Bakwan juga mudah dinikmati bersama beberapa jenis gorengan lain dalam satu piring, sehingga cocok dibeli untuk dimakan bersama.

Singkong Goreng untuk Camilan yang Lebih Padat

Singkong goreng bisa menjadi pilihan lain ketika ingin jajanan yang lebih mengenyangkan.

Setelah dimasak hingga cukup empuk, singkong digoreng hingga bagian luar sedikit kering tetapi bagian dalam tetap lembut.

Rasa dasarnya yang sederhana membuat camilan ini dapat dinikmati dalam versi gurih maupun diberi tambahan bumbu.

Baca Juga: Mau Bawa Oleh-Oleh dari Kediri? Ini Pilihan Jajanan yang Bisa Dicoba

Pasar dan Lapak Jajanan Jadi Tempat Menarik untuk Mencari

Jajanan tradisional seperti nagasari, lemper, arem-arem, putu, hingga berbagai gorengan tidak selalu memiliki kedai khusus.

Di Kediri, pencarian bisa dimulai dari pasar tradisional, lapak jajanan pagi, warung sederhana, maupun penjual camilan yang muncul pada sore hari.

Pilihan yang tersedia bisa berbeda dari satu penjual ke penjual lainnya. Karena itu, berburu jajanan tradisional juga memberikan pengalaman yang sedikit spontan. Pengunjung bisa memilih berdasarkan makanan yang tersedia ketika datang.

Dari Bungkus Daun sampai Penggorengan

Cara memasak menjadi salah satu hal yang membuat jajanan tradisional tetap menarik.

Nagasari, lemper, dan arem-arem membawa aroma dari daun pisang, sedangkan putu menghadirkan tekstur lembut dari proses pengukusan. Pisang goreng, bakwan, dan singkong goreng menawarkan karakter berbeda melalui bagian luar yang lebih renyah.

Bagi yang sedang berkunjung ke Kediri, melihat-lihat lapak jajanan bisa menjadi bagian sederhana dari wisata kuliner. Tidak harus mencari makanan yang sedang viral, jajanan tradisional dengan bungkus daun, aroma kukusan, dan gorengan hangat pun masih punya daya tarik untuk dicoba.

Editor : Shinta Nurma Ababil
camilan makanan tradisional jajanan pasar jajanan tradisional