JP RADAR KEDIRI – Sendang Tirta Kamandanu menjadi salah satu situs bersejarah yang berada di Dusun Menang, Desa Menang, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Situs ini memiliki kaitan dengan kisah Prabu Sri Aji Jayabaya yang dikenal sebagai salah satu raja Kediri.
Sendang Tirta Kamandanu berada sekitar 200 meter di sebelah utara petilasan Sri Aji Jayabaya. Lokasi tersebut dipercaya masyarakat sebagai salah satu tempat yang berkaitan dengan perjalanan Prabu Jayabaya sebelum melakukan moksa.
Juru kunci sepuh Sendang Tirta Kamandanu, Mbah Suratin, menjelaskan bahwa sendang tersebut dipercaya menjadi tempat Prabu Jayabaya melakukan ritual melukad atau mandi dan bersuci sebelum menjalani parama mokhsa.Selain sendang, di kawasan tersebut juga terdapat petilasan Eyang Srigati dan Srigading. Keduanya dipercaya sebagai pasangan suami istri yang menjadi abdi Prabu Sri Aji Jayabaya.
Menurut Mbah Suratin, Eyang Srigati dan Srigading juga memiliki peran dalam mengasuh Prabu Jayabaya ketika masih kecil.Nama Tirta Kamandanu sendiri memiliki makna yang berkaitan dengan sumber air. Sendang dalam istilah setempat berarti kolam alami, sedangkan tirta merujuk pada air.Kawasan Sendang Tirta Kamandanu juga memiliki sejumlah bangunan dan ornamen yang menunjukkan perpaduan unsur keagamaan dan budaya. Salah satunya terlihat pada patung Herihara yang berkaitan dengan unsur Hindu.
Pada bagian depan patung terdapat Trimurti yang terdiri dari Siwa, Brahma, dan Wisnu. Sementara bagian belakangnya terdapat patung Ganesha. Selain itu, bagian gapura kawasan sendang memiliki corak yang berkaitan dengan unsur Buddha.Keberadaan Sendang Tirta Kamandanu menjadi salah satu bagian dari peninggalan sejarah dan budaya yang ada di Desa Menang. Situs tersebut hingga kini masih dikunjungi masyarakat untuk melihat langsung kawasan yang memiliki kaitan dengan kisah Prabu Jayabaya.
KANZUL FIKRI AHMADI - UIN SYEKH WASIL KEDIRI
Editor : Shinta Nurma Ababil