JP Radar Kediri – Ingin menjajal suasana lereng Gunung Wilis tanpa harus melakukan pendakian panjang? Jalur Tembelang di kawasan Besuki, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, bisa menjadi salah satu pilihan.
Jalur ini berada di kawasan perbukitan yang masih asri. Aksesnya memang tidak membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi kontur jalan yang menanjak dan beberapa bagian cukup terjal tetap memberikan sensasi berjalan di lereng gunung.
Bagi yang penasaran, berikut gambaran jalur Tembelang.
1. Sekitar Satu Jam dari Kota Kediri
Perjalanan menuju kawasan Tembelang dari Kota Kediri membutuhkan waktu sekitar satu jam.
Lokasinya berada di kawasan Wisata Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo. Jalur menuju kawasan tersebut sudah cukup baik untuk kendaraan.
Namun, pengendara tetap perlu berhati-hati karena jalan menuju lereng didominasi tanjakan dan tikungan.
Titik awal jalur berada di sekitar kawasan perkafean Prongos dan Kafe Batu Tulis.
2. Dari Kafe Prongos Tinggal Jalan Kaki
Pengunjung tidak perlu mencari akses yang terlalu jauh dari kawasan perkafean.
Dari Kafe Prongos atau Kafe Batu Tulis, pengunjung cukup berjalan ke arah Air Terjun Dolo sekitar 50 meter.
Kendaraan bisa dititipkan di sekitar area perkafean sebelum perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.
“Tinggal turun ke bawah sedikit, dari Prongos kelihatan,” ujar Tarmono, petugas penjagaan jalur pendakian Tembelang dan Batu Tulis.
3. Begitu Masuk, Jalurnya Berubah Jadi Setapak
Setelah meninggalkan kawasan perkafean, perjalanan mulai memasuki jalur setapak.
Lebarnya tidak seperti jalan kendaraan. Jalur berupa lintasan kecil di antara pepohonan dengan kontur yang terus menanjak.
Baca Juga: Kisah Sosok Tarmono dan Munculnya Jalur Pendakian Tembelang di Gunung Wilis
Beberapa bagian memiliki medan cukup terjal. Karena itu, meskipun jarak tempuhnya relatif pendek, pengunjung tetap perlu berhati-hati, terutama saat kondisi jalur basah atau licin.
Di sisi lain, suasana alam menjadi daya tarik tersendiri. Pepohonan dan vegetasi di sekitar jalur masih cukup rapat sehingga perjalanan terasa lebih teduh dan sejuk.
4. Sekitar 30 Menit Menuju Tembelang
Salah satu hal yang menarik dari jalur ini adalah waktu tempuhnya yang relatif singkat.
Untuk mencapai kawasan Tembelang dari titik awal, perjalanan berjalan kaki membutuhkan waktu sekitar 30 menit.
Durasi tentu bisa berbeda tergantung kecepatan berjalan dan kondisi jalur.
Dengan waktu tempuh tersebut, jalur Tembelang dapat menjadi alternatif bagi warga yang ingin mencoba aktivitas berjalan di lereng Wilis tanpa harus menempuh perjalanan pendakian yang panjang.
Namun, singkat bukan berarti tanpa tantangan. Kontur menanjak dan sejumlah bagian yang terjal tetap membutuhkan stamina serta alas kaki yang sesuai.
5. Pemandangan Lereng Wilis dan Bandara Dhoho Kediri
Tembelang bukan hanya menawarkan pengalaman menyusuri jalan setapak.
Kawasan ini juga memiliki pemandangan perbukitan yang menjadi salah satu daya tariknya. Ketika cuaca cerah, dari kawasan Tembelang Bandara Dhoho Kediri disebut dapat terlihat.
“Kalau hari cerah kelihatan banget. Bandara Kediri bisa kelihatan,” ujar Tarmono.
Kondisi cuaca menjadi faktor penting. Saat berkabut, jarak pandang dari kawasan atas tentu menjadi lebih terbatas.
Namun, suasana berkabut justru membuat nuansa pegunungan semakin terasa.
6. Satu Akses, Bisa Pilih Tembelang atau Batu Tulis
Menariknya, jalur menuju Tembelang tidak berdiri sendiri.
Dari akses awal yang berada di sekitar Kafe Prongos dan Batu Tulis, pengunjung akan menemukan percabangan jalur.
Salah satu arah menuju kawasan Tembelang, sedangkan cabang lainnya mengarah ke Batu Tulis.
Baca Juga: Mengenal Jalur Pendakian Batu Tulis-Tembelang di Lereng Wilis Kediri, Cocok untuk Pemula!
Jarak kedua tujuan tersebut dari titik awal relatif berdekatan. Masing-masing membutuhkan waktu sekitar 20–30 menit berjalan kaki.
Karena itu, pengunjung bisa menentukan tujuan sesuai keinginan. Jika ingin menikmati suasana perbukitan dan pemandangan, bisa mengambil arah Tembelang.
Sementara yang ingin mendatangi Batu Tulis dapat memilih cabang lainnya.
7. Ada Batu Tulis yang Tak Kalah Menarik
Selain Tembelang, kawasan ini juga memiliki Batu Tulis yang dikenal memiliki nilai spiritual bagi umat Hindu.
Di lokasi tersebut terdapat batu besar yang dipercaya berkaitan dengan kisah Patih Kebo Iwa.
Batu Tulis juga kerap didatangi umat Hindu, termasuk dari Bali, untuk melakukan kegiatan spiritual.
Lokasinya masih berada dalam satu kawasan dengan jalur Tembelang sehingga keduanya bisa menjadi pilihan dalam satu kunjungan ke lereng Wilis.
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri