Masuk ke Sendang Jogotowo di Desa Sumberejo Kediri, Pengunjung Harus Lepas Alas Kaki, Kenapa?

Diana Yunita Sari • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 22:45 WIB
Pengunjung Sendang Jogotowo bermain air dari salah satu sumber air. (Foto: Diana Yunita)
Pengunjung Sendang Jogotowo bermain air dari salah satu sumber air. (Foto: Diana Yunita)

JP Radar Kediri - Atmosfer berbeda terasa begitu memasuki kompleks Sendang Jogotowo. Memasuki kawasan sumber air di Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem ini, pengunjung harus melepas alas kaki sejak dari gerbang.

Aturan itu diterapkan karena tempat tersebut dipercaya sebagai kawasan yang harus dijaga kesuciannya.

Sendang Jogotowo merupakan sumber air yang kini dikembangkan menjadi objek wisata religi. Kawasan tersebut dikelola Yayasan Gajah Purwo dan mulai dibangun sebagai objek wisata pada 2020.

Perawat Sendang Jogotowo Arif Yulistiawan mengatakan, keberadaan sendang tersebut telah lama dimanfaatkan masyarakat.

Airnya dapat digunakan untuk mandi dan minum. Sebagian pengunjung juga datang untuk menjalankan ritual sesuai kepercayaan masing-masing.

Baca Juga: Menyusuri Jejak Kerajaan Kediri di Desa Menang, dari Sendang Tirta Kamandanu hingga Petilasan Jayabaya

“Jogotowo itu artinya menjaga kesucian,” ujarnya.

Keberadaan Sendang Jogotowo juga tidak lepas dari cerita yang berkembang di masyarakat. Sendang tersebut dipercaya sebagai tempat pemujaan sekaligus penyucian Raja Kediri Sri Aji Jayabaya. Karena itu, kawasan sendang dianggap sakral.

Sebelum dikembangkan menjadi kawasan wisata, kondisi di sekitar sendang masih berupa rawa-rawa. Kini, kawasan tersebut jauh lebih tertata. Aksesnya pun lebih mudah.

Di kawasan sendang terdapat tiga kolam. Kolam utama berada di bagian tengah dan berfungsi menampung air dari sembilan titik sumber.

Dari kolam utama, air kemudian dialirkan menuju dua kolam lainnya yang diperuntukkan bagi pengunjung laki-laki dan perempuan.

Baca Juga: Wisata Murah Meriah di Kediri: Menikmati Ketenangan Sumber Tirto Kajar dan Sendang Ayu di Desa Klanderan

“Di sekitar lokasi memang ada sembilan titik sumber. Sumbernya kecil-kecil dan dialirkan dengan paralon,” jelas Arif.

Air pada kolam juga rutin diganti setiap hari. Menariknya, air dari sumber-sumber di sana juga sudah melalui uji laboratorium.

Hasilnya, air tersebut dapat diminum langsung karena kadar oksigen dalam air yang masih terjaga.

Sendang Jogotowo tidak hanya banyak dikunjungi warga Kabupaten Kediri. Melainkan dari berbagai daerah seperti Banyuwangi, Bali hingga Jogjakarta.

Sebagian besar datang karena meyakini air sendang memiliki manfaat untuk penyembuhan. 

Baca Juga: Sendang Sulur Sewu di Desa Margourip, Ngancar, Kabupaten Kediri Jadi Tumpuan Irigasi Petani dan Objek Wisata

Jumlah pengunjung bahkan sempat meningkat selama pandemi Covid-19. Saat itu, banyak masyarakat yang datang mengambil air dari Sendang Jogotowo. Air sendang bahkan dikirim ke sejumlah daerah.

Sayangnya, debit air tidak selalu stabil. Saat musim kemarau seperti sekarang, volume air di sendang berkurang cukup drastis.

Kondisi tersebut juga dipengaruhi keberadaan lahan persawahan di sekitarnya yang banyak menyerap air tanah untuk irigasi. 

Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri
sendang jogotowo kabupaten kediri wisata kediri kecamatan ngasem wisata religi kediri