JP Radar Kediri – Ada sebuah batu besar di lereng Gunung Wilis, kawasan Besuki, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, yang dipercaya memiliki kaitan dengan kisah tempat moksa Mahapatih Gajah Mada dan Kebo Iwa.
Tempat yang dikenal sebagai Batu Tulis itu hingga kini masih menjadi salah satu lokasi yang didatangi umat Hindu untuk kegiatan spiritual.
Batu Tulis berada di kawasan yang cukup tersembunyi di tengah lereng Wilis.
Namun, akses menuju lokasi kini relatif mudah dijangkau. Jalurnya dapat diakses dari kawasan Kafe Prongos dan Kafe Batu Tulis.
Biasa dikenal dengan jalur pendakian Tembelang dan Batu Tulis.
Dipercaya Berkaitan dengan Patih Kebo Iwa
Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, Batu Tulis dipercaya sebagai lokasi yang berkaitan dengan moksa Patih Kebo Iwa.
Keberadaan batu tersebut membuat kawasan ini memiliki arti tersendiri bagi umat Hindu, khususnya mereka yang datang dari Bali. Mereka datang ke lokasi tersebut untuk melakukan kegiatan spiritual.
Baca Juga: Menaklukkan Gunung Kelud via Karangrejo, Jalur Seru untuk Pendaki Pemula
“Di sana itu ada batu besar. Kepercayaan orang Bali, di situ tempat moksanya Patih Kebo Iwa,” ujar Tarmono, petugas penjagaan jalur Batu Tulis dan Tembelang.
Batu Tulis sendiri bukan lokasi baru. Menurut Tarmono, keberadaan batu tersebut sudah ada sejak lama, bahkan jauh sebelum akses jalur baru menuju lokasi dibuat.
Dari Prongos Jalan Kaki Sekitar 20–30 Menit
Bagi pengunjung yang ingin menuju Batu Tulis, aksesnya cukup mudah ditemukan.
Titik awal berada tidak jauh dari kawasan Kafe Prongos dan Kafe Batu Tulis.
Kendaraan bisa dititipkan di sekitar area perkafean, kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki.
Dari kawasan tersebut, pengunjung cukup berjalan ke arah Air Terjun Dolo sekitar 50 meter. Setelah itu, jalur setapak menuju kawasan Batu Tulis mulai terlihat.
“Tinggal turun ke bawah sedikit, dari Prongos kelihatan,” kata Tarmono.
Jalur Setapak dengan Suasana Masih Asri
Setelah meninggalkan kawasan perkafean, medan berubah menjadi jalan setapak.
Baca Juga: Kisah Sosok Tarmono dan Munculnya Jalur Pendakian Tembelang di Gunung Wilis
Jalurnya relatif sempit dengan beberapa bagian yang menanjak dan cukup terjal. Meski begitu, perjalanan tidak membutuhkan waktu terlalu lama.
Dari titik awal, Batu Tulis dapat dicapai sekitar 20–30 menit dengan berjalan kaki, tergantung kondisi dan kecepatan perjalanan.
Sepanjang perjalanan, pengunjung akan melewati kawasan hutan dengan pepohonan dan vegetasi yang masih cukup rapat.
Suasana tersebut menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati sisi alami lereng Gunung Wilis.
Satu Jalur, Kemudian Bercabang ke Batu Tulis dan Tembelang
Jalur menuju Batu Tulis dan Tembelang pada awalnya berada dalam satu akses yang sama.
Setelah masuk dan berjalan melalui jalur setapak, pengunjung akan menemukan percabangan.
Salah satu arah mengarah ke Batu Tulis, sedangkan cabang lainnya menuju kawasan Tembelang.
Kedua lokasi tersebut juga berdekatan. Waktu tempuh dari titik awal menuju masing-masing kawasan kurang lebih sekitar 20–30 menit.
Karena itu, pengunjung bisa memilih tujuan sesuai rencana. Jika ingin menuju lokasi spiritual Batu Tulis, bisa mengambil cabang ke arah batu tersebut.
Sementara bagi yang ingin menikmati kawasan perbukitan dan pemandangan dari Tembelang, bisa melanjutkan ke cabang lainnya.
Editor : Ayu Ismawati
Sumber : Radar Kediri