JP RADAR KEDIRI – Gunung Wilis menjadi salah satu kawasan pegunungan yang membentang di wilayah Jawa Timur. Kawasan ini meliputi enam kabupaten, yakni Ponorogo, Madiun, Nganjuk, Kediri, Tulungagung, dan Trenggalek. Gunung yang juga dikenal dengan nama Pawinihan ini memiliki sejumlah puncak, salah satunya Puncak Liman yang berada di ketinggian 2.535 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Salah satu jalur yang dapat digunakan untuk menuju Puncak Liman adalah melalui Desa Pudak Wetan, Kecamatan Pudak, Kabupaten Ponorogo. Jalur tersebut menjadi perjalanan panjang yang melewati area perkebunan warga hingga kawasan hutan pegunungan sebelum akhirnya mencapai puncak.
Baca Juga: Cuaca Cerah, Suhu 23 Derajat, 46 Hotspot Terdeteksi di Puncak Wilis
Perjalanan pendakian dimulai dari Basecamp Hargo Wilis, Pudak Wetan yang berada di ketinggian sekitar 1.182 mdpl. Dari basecamp, pendaki akan melewati area ladang milik warga sebelum memasuki kawasan hutan.Setelah berjalan sekitar 1,7 kilometer, pendaki akan menemukan Pos Bayangan Gubug Asmoro. Dari titik tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Pos I Gebang Lawang yang berada di ketinggian 1.602 mdpl.
Semakin jauh dari kawasan permukiman, kondisi jalur mulai berubah. Pepohonan semakin rapat dan suasana hutan mulai terasa. Salah satu titik yang cukup penting dalam perjalanan adalah Sendang Pawinihan. Lokasi ini berada sekitar 300 meter dari Pos I dan menjadi sumber air alami terakhir bagi pendaki sebelum melanjutkan perjalanan ke jalur berikutnya.
Dari Sendang Pawinihan, pendakian dilanjutkan menuju Pos II Cencangan Jaran dengan ketinggian 1.738 mdpl. Setelah itu, pendaki menuju Pos III Palerenan yang berada di ketinggian 2.032 mdpl.Memasuki jalur setelah Pos III, medan pendakian mulai terasa lebih berat. Tanjakan semakin panjang dengan kondisi jalur yang didominasi akar pepohonan. Kabut juga dapat muncul ketika kondisi cuaca berubah.
Perjalanan kemudian melewati Pos Bayangan Tumpak Esis dan Tumpak Ereng-ereng yang menjadi salah satu titik terbuka di jalur pendakian. Setelah melewati kawasan tersebut, pendaki melanjutkan perjalanan menuju Pos IV Puncak Mening dengan ketinggian 2.300 mdpl.Meskipun bernama Puncak Mening, perjalanan menuju Puncak Liman masih cukup panjang. Kondisi vegetasi juga mulai berubah. Pepohonan besar mulai berkurang dan berganti dengan semak serta padang rumput pegunungan. Jalur kemudian memasuki kawasan Taman Kaliandra.
Selanjutnya, pendaki akan mencapai Pos V Puncak Dorowati yang berada di ketinggian 2.556 mdpl. Saat cuaca cerah, dari kawasan ini pendaki dapat melihat panorama wilayah Madiun, Ponorogo hingga dataran Nganjuk.Pendakian kemudian berlanjut menuju Pos VI Puncak Triangulasi dengan ketinggian 2.550 mdpl. Di lokasi tersebut terdapat penanda triangulasi yang sebelumnya digunakan sebagai titik pengukuran dalam pemetaan.Dari Puncak Triangulasi, perjalanan dilanjutkan menuju Lawang Angin. Kawasan ini menjadi salah satu bagian jalur yang memiliki hembusan angin cukup kuat. Setelah melewatinya, pendaki akan menuju Pos VII Puncak Pahawa yang berada di ketinggian 2.513 mdpl.
Dari Puncak Pahawa, Puncak Liman mulai terlihat. Perjalanan kemudian memasuki Taman Trogati yang menjadi lokasi Puncak Liman.Setelah menempuh perjalanan sekitar 10 kilometer dengan waktu tempuh rata-rata 12 jam dari basecamp, pendaki akhirnya tiba di Puncak Liman yang berada pada ketinggian 2.535 mdpl.Puncak Liman menjadi salah satu titik tertinggi di kawasan Pegunungan Wilis. Dari atas puncak, pendaki dapat menikmati hamparan pemandangan wilayah Jawa Timur, terutama ketika kondisi cuaca sedang cerah.
KANZUL FIKRI AHMADI-UIN SYEKH WASIL
Editor : Shinta Nurma Ababil