JP Radar Kediri - Desa Plosokidul menyimpan banyak potensi alam. Salah satu desa di Kecamatan Plosoklaten ini terkenal dengan barisan kekayaan alamnya yang masih terjaga. Salah satunya, hutan konservasi dan mata air yang jadi jujukan wisata edukasi.
Desa ini menyimpan potensi wisata alam yang unik sekaligus sarat nilai edukasi. Tidak hanya menawarkan suasana alam yang asri, desa ini juga memiliki kawasan hutan konservasi dan sumber air yang masih lestari. Bahkan, sumber airnya menjadi penopang kehidupan masyarakat di tiga desa. Masyarakat menyebutnya dengan Sumber Kurung.
Anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Plosokidul Khoirul Arif menjelaskan, sebelum dikelola sebagai destinasi wisata, lokasi itu merupakan kawasan lindung. Fungsi utamanya sebagai penopang sumber air.
Baca Juga: Pesona Sumber Kurung Kediri, Wisata Mata Air Alami yang Asri di Alas Jambang Plosokidul
“Air dari kawasan ini mengaliri Desa Plosokidul, Plosolor, dan Brenggolo. Sampai musim kemarau pun debit airnya masih terjaga sehingga sangat penting bagi pertanian warga,” ujarnya.
Potensi tersebut kemudian mulai dikembangkan menjadi destinasi wisata sejak 2020. Saat pandemi Covid-19, warga bersama pemerintah desa bergotong royong membersihkan kawasan tersebut agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang rekreasi sekaligus edukasi lingkungan.
Selain mata air yang dikenal dengan nama Sumber Kurung, kawasan ini juga menyimpan jejak sejarah. Nama “Kurung” berasal dari bangunan bunker peninggalan Belanda yang berada sekitar 300 meter di dalam hutan. Keberadaan sumber air tersebut diduga telah dimanfaatkan sejak masa kolonial untuk mendukung aktivitas perkebunan dan industri.
Baca Juga: Unik! Desa Plosokidul, Plosoklaten, Kabupaten Kediri Ini Terkenal dengan Kuliner Bekicotnya
Tak hanya itu, Desa Plosokidul juga memiliki kawasan hutan seluas sekitar 19,5 hektare yang terdiri atas hutan heterogen dan homogen. Salah satu yang paling menarik adalah Alas Jamban. Yang mana merupakan kawasan hutan heterogen dengan berbagai jenis vegetasi. Lokasi itu juga kerap dimanfaatkan untuk penelitian.
“Kalau pagi hari suasananya sangat bagus. Saat berkabut, pengunjung serasa berada di hutan purba,” ungkap pria yang akrab disapa Arif itu.
Menurut Arif, wisata edukasi menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Sekitar 70 persen pengunjung berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, hingga peneliti yang ingin mempelajari keanekaragaman hayati dan ekosistem hutan. Sisanya merupakan wisatawan yang datang untuk rekreasi dan menikmati suasana alam.
Baca Juga: Wisata Kuliner Kediri, Warung Lumintu Sajikan Sate Bekicot Legendaris Sejak 1976
Di kawasan ini juga ditemukan berbagai jenis tanaman langka dan endemik. Termasuk pohon preh atau beringin Jawa serta tanaman jelatang raksasa yang dikenal memiliki efek sengatan cukup kuat. Keberadaan flora tersebut menjadi bagian dari kekayaan alam yang terus dijaga bersama komunitas pecinta lingkungan dan masyarakat setempat.
Saat ini pengunjung masih dapat menikmati kawasan wisata secara gratis dengan sistem donasi sukarela. Sementara untuk kegiatan berkemah dikenakan biaya operasional untuk mendukung kebutuhan listrik dan perawatan kawasan. Dengan potensi alam dan edukasi yang dimiliki, Desa Plosokidul terus berupaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mengembangkan wisata berbasis konservasi
Editor : MahfudSumber : Radar Kediri