Kediri memang identik dengan tahu. Dan rasanya kurang lengkap jika tidak mencicipi olahan makanan yang identik dengan rasa gurih ini setiap berkunjung ke Kediri. Tapi, bagaimana jadinya jika tahu dicampur dengan cokelat?
Di tangan Linawati, kombinasi dua bahan itu menjadi satu jenis hidangan bukanlah hal yang mustahil. Warga Desa Turus, Kecamatan Gampengrejo ini dikenal sebagai pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) kreatif dengan berbagai produk olahan cokelat dan kue. Menariknya, dia memberi sentuhan lokal khas Kediri dalam produk yang dijualnya. Salah satunya, cokelat tahu!
“Awalnya karena memang hobi membuat kue,” kata perempuan berusia 42 tahun itu.
Baca Juga: UMKM Keripik Tempe Desa Plosorejo Kediri Tembus Pusat Oleh-Oleh dan Luar Pulau
Linawati memulai usahanya itu sejak tahun 2017. Saat itu, dia lebih sering memproduksi kue onde-onde mletek. Namun, pangsa pasarnya dinilai masih terbatas karena lebih banyak diminati kalangan orang tua.
“Jadi cari kira-kira apa ya yang anak-anak suka. Akhirnya kepikiranlah cokelat,”kenangnya.
Dari berbagai percobaan, dia akhirnya berhasil membuat beberapa produk. Mulai dari cokelat Dubai, cokelat tahu, dan stik brownies. Dia pun mulai menjajakan produknya dengan merek Putriana. Nama merek itu dia ambil dari nama putrinya.
Baca Juga: Legendaris Sejak 1990! Pecel Tumpang Bu Poniman Pagu Tetap Jadi Primadona, Apa Rahasianya?
Dari seluruh produk yang dibuat, cokelat tahu menjadi yang paling unik. Ide tersebut muncul setelah Linawati melihat produk cokelat berisi tempe yang dibuat pelaku usaha di Ngawi. Ia kemudian mencoba mengadaptasinya dengan menggunakan tahu takwa yang menjadi ikon kuliner Kota Tahu.
Proses pembuatannya dimulai dengan memotong tahu menjadi ukuran kecil, lalu digoreng hingga kering dan renyah. Setelah itu, tahu dicampurkan ke dalam adonan cokelat. Proses itu menghasilkan tekstur tahu yang renyah menyerupai kacang. Rasanya tentu unik dan tidak ditemui di produk cokelat lain.
“Teksturnya mirip kacang, tetapi ada rasa gurih dari tahu sehingga rasanya lebih seimbang,” beber Linawati.
Baca Juga: Sudah Ada Sejak 30 Tahun, Es Tari di Desa Kapas Ini Jadi Magnet Wisatawan Kuliner
Selain cokelat tahu, produk yang saat ini paling banyak dicari konsumen adalah cokelat Dubai. Tingginya animo masyarakat dengan produk yang sedang viral itu membuat permintaan terus meningkat. Linawati juga berinovasi sendiri agar harganya tetap terjangkau.
“Karena kalau pakai kunafa asli kan harganya mahal ya, jadi saya browsing dan belajar buat kunafa kw-nya sendiri,” jelasnya.
Seluruh produk miliknya adalah produk homemade dan telah memiliki izin PIRT serta sertifikat halal. Pemasarannya mayoritas ke pusat oleh-oleh dan toko di wilayah Kediri dan Nganjuk.
Baca Juga: Bakso Legendaris Cak Mul di Desa Merjoyo Purwoasri Kediri Ini Telah Berdiri Sejak 1987
Sementara untuk luar daerah seperti Surabaya dan Probolinggo, pengiriman dilakukan melalui jasa ekspedisi. Harga produk miliknya juga cukup ramah di kantong. Seperti cokelat Dubai yang dijual sekitar Rp 16 ribu per kemasan. Sedangkan stik brownies dan produk lainnya dibanderol mulai Rp 18 ribu hingga Rp 20 ribu.
Editor : Mahfud