Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Segera Kebut Jalan Puncak Kelud, Lanjutkan Pembangunan pada Pertengahan Tahun

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Selasa, 5 Mei 2026 | 06:29 WIB
Potret kawasan wisata Gunung Kelud.
Potret kawasan wisata Gunung Kelud.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri– Rencana pembangunan Jalan Puncak Gunung Kelud terus dimatangkan.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri menargetkan proses pengadaan fisik proyek tersebut bisa dilakukan pada pertengahan bulan ini.

Skema pengadaan dipilih menggunakan metode e-purchasing katalog versi terbaru yang dinilai lebih cepat.

Dalam proses pembangunannya, dinilai akan sulit dikarenakan kontur medan yang curam. Walau demikian, pemkab memastikan pembangunannya bisa rampung tahun ini.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama mengatakan, saat ini jalan akses puncak Kelud masih proses finalisasi perencanaan.

Baca Juga: Lipsus Kemarau Panjang 2026: Lereng Wilis dan Kelud di Ambang Krisis Air. Hanya Bergantung pada Sumber Air dan Dropping Pemda.

Jika sudah, dia menyebut bahwa pertengahan Mei ini bisa dilakukan pengadaan fisik. "Rencana pertengahan bulan Mei kami proses untuk pengadaan konstruksinya," ujar Irwan. 

Dia mengatakan, pengadaan konstruksi akan melalui e-purchasing. Yakni  metode pembelian barang dan jasa pemerintah secara elektronik melalui sistem katalog elektronik (e-katalog) atau toko daring.

 Dengan mekanisme itu, pelaksanaan fisik diperkirakan bisa segera dikebut setelah proses administrasi rampung.

Menurutnya, metode katalog versi 6.0 memungkinkan pelaksanaan mini kompetisi antar penyedia.

Sistem ini disebut lebih sederhana dibanding tender konvensional karena seluruh proses dilakukan secara elektronik.

Item pekerjaan yang tidak terlalu banyak juga menjadi alasan dipilihnya metode tersebut. 

“Konsepnya seperti tender, tapi lebih sederhana. Istilahnya mini kompetisi lewat e-purchasing, jadi prosesnya bisa lebih cepat,” ucap Irwan. 

Irwan menambahkan, proses pengadaan diperkirakan memakan waktu sekitar dua pekan. Setelah itu, pelaksanaan fisik bisa langsung dimulai tanpa jeda panjang.

Namun, pihaknya tetap mempertimbangkan faktor cuaca di kawasan Gunung Kelud yang kerap berubah-ubah.

Kondisi hujan menjadi tantangan tersendiri karena dapat menghambat pekerjaan di lapangan.

Baca Juga: 12 Tahun Erupsi Gunung Gunung Kelud, Pemkab Pulihkan Infrastruktur dan Perbaiki Jalan Puncak setelah Lebaran

Terlebih medan lereng Kelud yang juga menyulitkan pengiriman material. "Karena lereng apalagi di puncak itu medannya silit, otomatis itu juga yang membuat biayanya lebih tinggi dari pada di medan datar," jelasnya. 

Untuk diketahui, upaya mengembalikan Gunung Kelud sebagai destinasi wisata unggulan terus dilakukan Pemkab Kediri.

Saat ini, akses jalan tersebut menjadi prioritas. Karena termasuk dalam infrastruktur di kawasan puncak Kelud dan menjadi prioritas lanjutan seperti yang ditegaskan oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana.

Rencananya tahun ini dilanjutkan menyambung jalan rigid yang mengarah ke kawah. Kondisi jalan di kawasan puncak Kelud sebelumnya mengalami kerusakan parah.

Total panjang jalan rusak mencapai sekitar 580 meter. Pada 2025 lalu, sebagian ruas sepanjang kurang lebih 240 meter telah diperbaiki dengan konstruksi rigid beton selebar empat meter.

Tahun ini, perbaikan tersebut akan disambung hingga mendekati kawah. "Sekitar Rp 1 miliar, untuk sepanjang sekitar 300-400 meter," beber Irwan. 

Pihaknya menegaskan, seluruh proyek infrastruktur yang dimulai tahun ini ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

Termasuk pembangunan jalan puncak Kelud. Namun, pihaknya juga mengakui adanya tantangan kenaikan harga material, khususnya aspal.

“Yang jelas tahun ini harus selesai," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Ojek Kelud Bagus Budiono menilai perbaikan akses jalan memang berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan ke kawasan tersebut.

Baca Juga: Siapkan Rp 1 M untuk Jalan ke Kawah Kelud, Dinas PUPR Belum Pastikan Teknis dan Panjang Jalan    

Namun, ia mempertanyakan kesiapan pemerintah dalam mendukung daya tarik wisata secara menyeluruh, tidak hanya pada aspek infrastruktur jalan.

“Tapi apa pemerintah yakin dalam pembangunan akan mendatangkan pengunjung seperti dulu, sedangkan daya tariknya di gunung Kelud itu tidak di bangun,” ucap Bagus.

Ia juga menyoroti dengan dibangunnya jalan ke puncak, otomatis parkir juga uturt bisa naik ke puncak yang berpotensi berdampak pada pendapatan para pengemudi ojek.

 “Kalau parkiran motor dinaikkan, harus ada solusi untuk teman-teman ojek. Karena banyak masyarakat Sugihwaras yang menggantungkan hidup dari ojek Gunung Kelud,” tandasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#PUPR #wisata #gunung kelud #jalan