JP Radar Kediri - Desa Plosokidul sudah lama terkenal dengan kuliner khas olahan bekicotnya. Mulai dari sate bekicot, krengsengan, hingga keripik banyak dijajakan di sana. Kuliner ini dapat ditemukan di warung-warung yang berjejer di Dusun Djengkol, tepatnya di sepanjang Jalan Raya Wates.
Salah satu warung tertua di sana adalah Warung Lumintu milik Wagiman yang sudah berdiri sejak tahun 1976. Saat ini, usaha legendaris tersebut telah dikelola oleh generasi kedua. Yakni sang anak, Andre, bersama istrinya.
“Bekicot sudah jadi makanan khas di sini. Awalnya dulu orang tua hanya coba-coba memasak bekicot, ternyata banyak yang suka dan bilang enak. Akhirnya banyak yang beli sampai sekarang,” ungkap Andre saat ditemui di warungnya.
Baca Juga: Es Degan Paling Hits di Pagu Kediri: View Sawah Syahdu dan Manisnya Gula Aren yang Autentik
Warung Lumintu sendiri sering menjadi jujugan para pembeli. Baik yang ingin makan di tempat maupun membawa pulang olahan bekicot sebagai oleh-oleh. Jika makan di tempat, sate bekicot menjadi menu paling favorit yang dicari pelanggan.
Andre menceritakan bahwa warungnya merupakan perintis di kawasan tersebut. Banyak pedagang lain yang kini membuka usaha serupa dulunya pernah bekerja di tempatnya. Untuk ketersediaan bahan baku, Andre membeli pasokan dari distributor.
“Semuanya laku, baik keripik, sate, maupun krengsengannya punya peminat masing-masing,” lanjutnya.
Mayoritas pembeli yang datang berasal dari luar Kediri yang kebetulan melintas dan penasaran ingin mencicipi kuliner khas tersebut. Untuk dibawa pulang, keripik bekicot adalah yang menjadi primadona.
Baca Juga: Legendaris Sejak 1990! Pecel Tumpang Bu Poniman Pagu Tetap Jadi Primadona, Apa Rahasianya?
Menurut Andre, proses pembuatan keripik adalah yang paling lama dan sulit dibandingkan menu lainnya. Daging bekicot harus direbus, dipotong-potong, diberi bumbu, baru kemudian dijemur hingga benar-benar kering.
“Proses penjemuran yang paling sulit karena harus full sinar matahari. Kalau musim hujan, bisa butuh waktu tiga hari baru kering dan siap digoreng. pernah coba pakai oven, tapi hasilnya kurang bagus,” jelas Andre.
Untuk harga, keripik bekicot dibanderol mulai Rp 15 ribu untuk ukuran kecil. Lalu, Rp 50 ribu untuk ukuran besar. Sementara itu, sate bekicot dijual seharga Rp 30 ribu per porsi (isi 40 tusuk) dan krengsengan seharga Rp15 ribu per porsi. Warung Lumintu buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Momen paling ramai biasanya terjadi saat musim libur panjang tiba.
Editor : Andhika Attar Anindita