Desa Plosokidul terdapat sumber air alami bernama Sumber Kurung. Lokasinya berada tak jauh dari jalan utama. Yaitu Jalan Raya Wates-Plosoklaten. Berada di kawasan Alas Jambang Dusun Djengkol, suasana teduh langsung terasa begitu memasuki area. Di sana terdapat banyak pepohonan besar yang menjulang tinggi serta aliran air yang sejuk dan menenangkan.
Sekitar empat tahun terakhir, warga mulai mengelola sumber ini sebagai destinasi wisata berbasis alam. Aksesnya pun relatif mudah. Itu karena jalan setapak menuju lokasi masih berdekatan dengan permukiman dan jalan utama.
“Di sini ada dua sumber dan alirannya bertemu, bagian itu yang sering dijadikan pengunjung berenang,” ujar Gandu, anggota pokdarwis setempat.
Baca Juga: Pesona Tersembunyi Gua Landak di Desa Tarokan Kediri, Begini Keindahannya
Titik pertemuan dua mata air itu kemudian ditata secara swadaya. Warga menyusun batu dan karung berisi pasir sebagai pengaman di tepian tempuran. Saat akhir pekan atau musim libur, aliran air bahkan dibendung sementara. Tujuannya agar debitnya meningkat dan lebih nyaman digunakan berendam.
“Sekarang sepi karena bulan puasa, biasanya kalau ramai tempurannya dibendung,” tambahnya.
Suasana di sekitar bendungan masih asri pepohonan tua tetap lestari dan menjadi penopang utama keberlangsungan sumber air. Selain untuk wisata, airnya hingga kini masih dimanfaatkan untuk pengairan sawah. Bahkan mengalir sampai ke desa tetangga.
Di sana terdapat beberapa pipa yang tampak usang, Gandu mengatakan bahwa pipa-pipa itu dulunya menyalurkan air menuju tandon. Sebelum akhirnya diteruskan ke Pabrik Gula Djengkol.
“Dulu dialirkan ke pabrik gula dan rumah-rumah warga, tapi sekarang sudah pakai sanyo dan sumur sendiri,” ungkap Gandu. Kini, meski pabrik telah beralih fungsi menjadi pusat penelitian sisa infrastruktur lama tetap dibiarkan. Bahkan beberapa pipa difungsikan sebagai pancuran alami yang mempercantik tempuran.
Editor : Andhika Attar Anindita