Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Embung Guworejo Tarokan Kediri: Wisata Tersembunyi Dekat Bandara Dhoho yang Cocok untuk Healing dan Mancing

Diana Yunita Sari • Selasa, 31 Maret 2026 | 00:06 WIB
Potensi wisata Desa Tarokan, Embung Guworejo (Diana Yunita)
Potensi wisata Desa Tarokan, Embung Guworejo (Diana Yunita)

 JP Radar Kediri - Desa/Kecamatan Tarokan, punya potensi wisata tersembunyi. Berada di kawasan Bandara Dhoho Kediri, desa ini menyimpan destinasi yang patut dikunjungi. Yakni Embung Guworejo yang berada di Dusun Gebangkereb.

Embung Guworejo ini dibangun pada 2016 oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas. Tujuan utamanya adalah untuk mengairi persawahan serta mencukupi kebutuhan rumah tangga warga yang tinggal di bagian bawah. Bisa dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, hingga kebutuhan minum hewan ternak.

“Dulu, sebelum dibendung, warga di bawah itu sangat kesulitan air. Jadi untuk mandi dan kebutuhan lainnya warga harus pergi ke sungai,” ungkap Muslimin, Penjaga Embung Guworejo.

Baca Juga: Sempat Ramai Sebelum Pandemi, Wisata Sumber Telaga Husada Nglumbang Kediri Siap Bangkit Kembali

Melihat sulitnya akses air tersebut, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) kemudian melakukan pengajuan pembangunan embung.

Kawasan yang sebelumnya merupakan lahan persawahan tersebut dikeruk untuk dijadikan tampungan air. Pembangunan ini akhirnya rampung pada tahun 2017.

Setelah pembangunan selesai, air embung langsung dialirkan ke rumah-rumah warga menggunakan pipa. Di lokasi tersebut juga tersedia tandon penyaringan sehingga air yang sampai ke rumah warga dipastikan dalam kondisi bersih.

“Saat ini, desa sudah mendapat bantuan pompa Pamsimas. Jadi untuk konsumsi warga menggunakan air pompa, sedangkan untuk mandi atau mencuci tetap menggunakan air hasil tandonan embung,” lanjutnya.

Baca Juga: Wisata Murah Meriah di Kediri: Menikmati Ketenangan Sumber Tirto Kajar dan Sendang Ayu di Desa Klanderan

Kini, kawasan embung juga ramai dimanfaatkan warga sebagai lokasi memancing.

Pasalnya, di sana sering dilakukan penaburan benih ikan oleh pihak dinas maupun komunitas. 

Warga yang ingin memancing pun tidak dikenakan biaya alias gratis. Selain itu, terdapat sebuah warung milik Muslimin.

Pria yang juga penjaga embung itu menyediakan kebutuhan pengunjung yang tidak hanya datang untuk memancing, tetapi juga sekadar untuk ngopi santai.

Pemandangan di Embung Guworejo dikenal indah dan sejuk karena rutinnya agenda penghijauan di sekitar lokasi.

Akses menuju ke sana pun cukup mudah dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. 

Namun, bagi pengunjung yang membawa mobil, harus memarkir kendaraannya dan berjalan kaki sedikit untuk sampai ke bibir embung.

“Ikannya banyak, mulai dari patin, nila, lele, sampai bandeng. Kadang ada pemancing yang berhasil mendapatkan ikan ukuran 12 kg,” jelas Muslimin pria yang kini didapuk sebagai Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Tarokan.

Baca Juga: Pemdes Brenggolo Plosoklaten Kediri Rawat Punden dan Bangun Sumber Lomendrik

Dalam sehari, jumlah pengunjung bisa mencapai belasan dan bisa sampai puluhan saat hari libur atau akhir pekan.

Muslimin menyebut, ada rencana area embung ini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata dan dikelola bumdes.

 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#embung guworejo #wisata alam kediri #desa tarokan #kabupaten kediri #kediri #wisata kediri #kecamatan tarokan #bendungan #wisata alam