JP Radar Kediri - Pemdes Brenggolo memiliki cara unik dalam melestarikan budaya dan menghormati leluhur.
Salah satunya adalah rutin menjaga Punden dan Sumber Lomendrik yang dipercaya sebagai salah satu tempat leluhur Desa Brenggolo.
Sumber tersebut berlokasi di belakang pemukiman warga. Tidak jauh dari kantor desa. Sebelum dilakukan pembangunan, sumber tersebut sudah lama dimanfaatkan warga untuk kegiatan irigasi ke ladang.
“Desember tahun lalu kami ajukan ke Dinas PUPR untuk dilakukan normalisasi. Selain itu, sekelilingnya juga ditambahi bronjong bebatuan,” ungkap Kasi Kesra Desa Brenggolo Irfan Wahyudi.
Penggunaan bronjong bebatuan dipilih dibandingkan plengsengan permanen agar mata sumber air tidak mati.
Untuk mempercantik kawasan tersebut pemdes kemudian membangun pendapa permanen berukuran 5 x 4 meter.
Tujuannya agar pengunjung bisa lebih nyaman. Saat ini, pembangunan telah rampung 90 persen dan tinggal tahap pemasangan keramik.
Irfan menyebutkan bahwa pengunjung yang datang tak hanya dari warga desa saja. Melainkan juga dari luar desa. Bahkan luar daerah dengan tujuan yang beragam sesuai keyakinan masing-masing.
“Kemarin ada yang datang dari Jawa Tengah, kami juga tidak tahu mereka dapat informasi dari mana,” jelasnya.
Di sumber tersebut juga hidup berbagai jenis ikan. Seperti nila, koi, dan lain sebagainya. Dahulu, sumber ini ditebari bibit ikan yang kemudian berkembang biak dengan sendirinya.
Selain untuk berziarah, Pemdes Brenggolo juga rutin menggelar acara Gerebeg Sura di Sumber Lomendrik sebagai agenda tahunan desa.
Dalam acara tersebut, seluruh warga berkumpul dan berjalan bersama mengelilingi desa.
Rute kegiatan dimulai dari balai desa menuju sumber dengan pemberhentian terakhir di lapangan desa.
Warga membawa tumpeng berisi bahan makanan. Seperti tumpeng nasi dan tumpeng sayur untuk dimakan bersama di lapangan.
Kegiatan ini dilakukan khusus untuk menghormati leluhur dan melestarikan budaya lokal.
“Ini sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur saja karena sebelum kami ada, mereka sudah ada lebih dulu. Sekaligus juga untuk mempererat silaturahmi antarwarga,” tandas Irfan.
Editor : Andhika Attar Anindita