JP Radar Kediri - Menjelajahi Banyuwangi memang tidak ada habisnya, di sana terdapat banyak destinasi wisata alam yang wajib kamu kunjungi mulai. Salah satu yang mencuri perhatian dan ramai menjadi perbincangan netizen adalah De Djawatan. Deretan pohon trembesi raksasa berumur ratusan tahun dengan lumut-lumut di sekelilingnya membuat empat ini seperti di negeri dongeng. Ternyata hutan ini bukan pohon-pohon biasa lho, yuk simak fakta-faktanya berikut ini!
- Replikasi Hutan Fangorn di Dunia Nyata
Daya tarik utama De Djawatan adalah kemiripannya dengan Hutan Fangorn dalam film fantasi Hollywood, Lord of the Rings. Pohon-pohon raksasa dengan dahan yang meliuk-liuk ekstrem dan tertutup lumut memberikan kesan magis. Suasana di dalamnya akan membuat Anda merasa seolah sedang berjalan di tengah latar film bertema negeri dongeng.
- Pohon-pohonnya Berusia ratusan Tahun
Vegetasi dominan yang terdapat di kawasan ini adalah pohon Trembesi (Samanea saman). Menariknya, pepohonan raksasa ini bukanlah tanaman baru. Pohon-pohon ini sudah berdiri kokoh sejak zaman kolonial Belanda dan rata-rata telah berusia lebih dari 100 tahun, menjadikannya saksi bisu perjalanan sejarah di tanah Benculuk.
Baca Juga: Banyuwangi Punya Surga Tersembunyi! Green Island, Pulau Cantik yang Belum Banyak Orang Tahu
- Berawal dari Tempat Penimbunan Kayu (TPK)
Sebelum menjadi destinasi wisata hits yang ramai wisatawan seperti saat ini, kawasan ini memiliki fungsi yang berbeda yaitu dulunya, kawasan milik Perhutani ini merupakan Tempat Penimbunan Kayu (TPK) yang digunakan secara khusus untuk menyimpan kayu jati berkualitas tinggi sebelum didistribusikan.
- Udaranya Menyehatkan Paru-paru
Selain indah dipandang mata, kunjungan ke De Djawatan juga dapat menjadi metode penyegaran paru-paru karena udara yang dihasilkan masih bersih dan jauh dari keramaian-pikuk kota. satu diketahui pohon trembesi dewasa diketahui mampu menyerap hingga 28,5 ton CO_{2} setiap tahunnya. Tidak heran jika suhu di dalam hutan ini terasa jauh lebih sejuk dan oksigen yang Anda hirup terasa sangat murni, memberikan efek menyegarkan instan bagi pikiran.
- Efek "Ray of Light" yang Fotogenik
Bagi kamu yang suka berfoto, De Djawatan adalah surga saat golden hour. Jika kamu datang pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, sinar matahari yang menembus celah-celah dahan yang rimbun akan menciptakan efek garis cahaya (Ray of Light). Momen inilah yang sering dikejar untuk menghasilkan foto yang terlihat alami dan mahal.
Baca Juga: Alas Purwo Banyuwangi: Antara Hutan Keramat dan Surga Wisata Tersembunyi
- Eksotisme Tanaman Epifit yang Terkesan Purba
Apa yang membuat pohon trembesi di sini berbeda dengan pohon di pinggir jalan? Batang trembesi di De Djawatan tertutup rapat oleh tanaman epifit, seperti pakis dan lumut. Kehadiran tanaman ini memberikan tekstur "berbulu" hijau memberikan kesan pohon purba dan eksotis pada setiap jengkal pohonnya.
- Hutan Belantara dengan Strategi Aksesibilitas
Baca Juga: Pantai Pancur Banyuwangi, Magnet Spiritualitas di Kawasan Alas Purwo
Meski pemandangannya terlihat seperti berada jauh di tengah hutan belantara yang terlindungi, faktanya De Djawatan sangat mudah dijangkau. Lokasinya terletak sangat dekat dengan jalan raya utama Jember-Banyuwangi di wilayah Benculuk. Kemudahan akses ini membuatnya bisa dikunjungi dengan kendaraan apa pun, mulai dari motor hingga bus pariwisata.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian