Kalau berbicara soal Pulau Merah, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, tidak hanya soal destinasi wisata pantai Pulau Merah.
Di kawasan pesisir selatan itu, juga berdiri salah satu destinasi wisata religi kuno, yakni Pura Tawang Alun.
Sejarah dan Nilai Spiritual
Pura Tawang Alun terletak di tepi pantai yang dikenal dengan sebutan Pulo Merah, Desa Tawang Alun, Kecamatan Pesanggaran.
Keberadaan pura ini menjadi saksi bangkitnya umat Hindu di tanah Jawa, khususnya di wilayah Banyuwangi selatan.
Secara fisik, pura ini mulai didirikan pada 1980 dan pada awalnya hanya berupa sebuah palinggih Padmasana yang sederhana.
Meski tidak megah, areal pura cukup luas dan memadai sebagai tempat persembahyangan umat.
Letaknya yang berhadapan langsung dengan Samudra Hindia menjadikan Pura Tawang Alun memiliki ikatan kuat dengan alam.
Bagi umat Hindu, pura ini diyakini sebagai ruang suci yang menyatukan keseimbangan hubungan manusia dengan alam dan Sang Pencipta.
Tragedi tsunami 1993
Pura Tawang Alun juga lekat dengan peristiwa tragedi tsunami yang terjadi pada 1993.
Saat itu, gelombang besar dari Samudra Selatan menerjang kawasan pesisir dan memporak-porandakan permukiman warga di sekitar pura.
Puluhan rumah yang berada dekat pantai hancur dan hanyut diterjang ombak.
Namun, di tengah dahsyatnya terjangan tsunami, bangunan Padmasana Pura Tawang Alun justru tetap berdiri kokoh.
Terjangan ombak yang maha dahsyat tidak mampu merobohkan bangunan suci tersebut.
Peristiwa itu hingga kini diyakini sebagai kejadian luar biasa yang sulit dijelaskan secara nalar manusia.
Destinasi Religi Umat Hindu Indonesia
Seiring waktu, Pura Tawang Alun berkembang menjadi salah satu destinasi religi penting bagi umat Hindu.
Tak hanya dikunjungi umat Hindu setempat, pura ini juga menjadi tujuan persembahyangan umat Hindu dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk dari Bali dan wilayah lain di Jawa.
Pada hari-hari besar keagamaan, kawasan Pura Tawang Alun ramai oleh umat yang datang untuk bersembahyang.
Nuansa sakral yang berpadu dengan debur ombak Samudra Hindia menjadikan pura ini memiliki daya tarik spiritual tersendiri, sekaligus memperkaya khazanah wisata religi di Banyuwangi.
Editor : Andhika Attar Anindita