KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Kerkep memiliki potensi wisata bernama Sumber Sirah. Sesuai namanya, wisata ini berupa mata air yang dinormalisasi. Kemudian dibangun secara bertahap menjadi objek wisata.
Wisata ini sudah berjalan sekitar empat tahun sejak dinormalisasi pada 2018. Pada awalnya tempat itu hanyalah mata air kotor dengan pepohonan rimbun yang sering disalahgunakan.
“Dulu tempat itu sering digunakan untuk hal negatif seperti mabuk-mabukan atau mesum,” ungkap Kepala Desa Kerkep, Bondhan Wijokangko.
Di lokasi tersebut, Pemdes membangun kolam renang anak-anak, dewasa, area sumber asli, spot gazebo, hingga kedai BUMDes. Mengenai biaya masuk, Bondhan sengaja menerapkan sistem tiket dan parkir. Tiket masuk Rp 5 ribu per orang. Parkir motor Rp 3 ribu dan mobil Rp 5 ribu.
“Saya sengaja memberlakukan tiket agar perputaran ekonomi dapat berjalan cepat dan kualitas wisata bisa semakin bagus,” jelas Bondhan.
Hasilnya pun positif. Pengunjung harian mencapai 200 orang. Sementara pada hari Minggu bisa mencapai 500 orang. Bahkan, pada momen cuti Nataru kemarin pengunjung tembus hingga 1.100 orang yang datang dari berbagai daerah. Seperti Blitar dan Nganjuk.
Keberhasilan objek wisata menurutnya tidak lepas dari persiapan yang matang melalui studi banding. Sebelum membuat wisata, pemdes melakukan studi ke Ponggok, Klaten yang sudah lebih dulu memiliki desa wisata dengan omzet tinggi. Tujuannya ingin menambah pendapatan asli desa dan menjadikan Kerkep sebagai Desa Mandiri.
Meski saat ini Kerkep sudah menyandang status desa mandiri, Bondhan mengaku tetap ingin meningkatkan kualitas desa mereka. “Kami ingin semakin lebih baik. Makanya kami juga rutin mengadakan studi banding ke bumdes yang sudah maju di Jawa Timur,” pungkasnya.
Editor : rekian