Di hari kedua beroperasi, masih bertepatan dengan libur Tahun Baru, Sumber Ubalan penuh sesak oleh pengunjung. Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Adi Mustika Prayitno, mengakui peningkatan ini di luar ekspektasi. “Kemarin (31/12) ramai, tapi tidak sebanyak ini (1/1/2025). Hari ini (kemarin, Red) meningkat bisa dua sampai tiga kali lipat,” ungkapnya. Pada hari pertama, jumlah pengunjung tercatat lebih dari 3.000 orang.
Lonjakan ini langsung terasa sejak pagi pukul 09.00. Karena lahan parkir resmi sudah penuh, pengunjung akhirnya parkir kendaraan di kantong-kantong parkir milik warga sekitar. Hingga tanggal 31 Desember, data mencatat 200 mobil dan 1.200 sepeda motor sudah memadati lokasi.
Dinas Pariwisata menjelaskan bahwa pembukaan ini masih dalam tahap awal. “Perbaikan difokuskan pada kios, kolam renang, wahana mainan anak, toilet, hingga panggung yang sebelumnya banyak mengalami kerusakan,” jelas Adi Mustika. Salah satu perubahan signifikan adalah pemindahan pintu masuk ke sisi jalan besar untuk memperluas akses dan menghindari kemacetan di pemukiman padat.
Mulai tanggal 2 Januari, tarif masuk sudah kembali berlaku normal. Untuk akhir pekan, tiket ditetapkan seharga Rp 10.000 (dewasa) dan Rp 8.000 (anak-anak). Pada hari kerja, tarifnya Rp 8.000 untuk dewasa dan Rp 6.000 untuk anak-anak.
Kembalinya Sumber Ubalan beroperasi menjadi sinyal positif bagi pariwisata Kediri. “Kami juga fokus pada wisata lain seperti Gunung Kelud dan Besuki, dengan terus berupaya mengembangkan fasilitas umum yang ada,” pungkas Adi Mustika.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian