KEDIRI, JP Radar Kediri- Di Desa Wonotengah terdapat kuliner legendaris yang telah berdiri selama lebih dari 20 tahun. Yaitu Nasi Pecel Tumpang Mak Rah. Lokasinya berada sekitar 500 meter dari kantor Desa Wonotengah.
Sumirah atau yang akrab disapa Mak Rah adalah pemilik warung tersebut. Warungnya sederhana. Terletak di persimpangan jalan dan dikelilingi persawahan di kanan kirinya. Namun, warung sederhana itu mampu mendatangkan puluhan pembeli setiap harinya. “Jualan pecel dari tahun 2002. Dari dulu ya di sini saja,” ungkap Sumirah.
Dia buka dari jam 5.30 sampai 09.00. Sering kali, tak sampai dua jam sudah harus mengemasi dagangan lebih awal. Karena cepat habis diserbu para pembeli yang datang.
Dalam berdagang, Sumirah dibantu oleh sang menantu. Di sana tersedia nasi tumpang dan nasi pecel khas Kediri, lengkap dengan peyek kedelai dan kerupuk yang juga ia buat sendiri. “Mulai masak jam 3 pagi, setelah itu semua dibawa ke sini,” jelasnya.
Harga satu porsi di warungnya juga sangat terjangkau. Yaitu Rp 8 ribu dan minuman teh hangat Rp 2 ribu. Sumirah mengaku warungnya ramai karena banyak Youtuber dan pembeli di warungnya yang membuat konten di sana. “Saya juga gak tahu. Tiba-tiba saja banyak yang masukan ke YouTube,” jelasnya.
Melalui media sosial itulah banyak pembeli, bahkan dari luar daerah, menjadi penasaran dan ingin mencoba pecel tumpang khas Kediri Mak Rah. Aini, salah satu pembeli asal Cilacap, mengatakan tertarik mampir setelah melihat konten di media sosial.
“Saya kan sedang di tempat saudara, terus lihat di Tiktok. Jadi penasaran, akhirnya mampir,” ungkapnya.
Ada hal unik di warung Mak Rah, yaitu pecel dan tumpang tak disajikan dengan piring. Melainkan menggunakan pincuk daun pisang. Menambah cita rasa tradisional dan otentik.
Editor : rekian