Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kuliner Legendaris Ayam Panggang Bangi di Desa Woromarto Kediri Ini Berdiri Puluhan Tahun

Diana Yunita Sari • Kamis, 11 Desember 2025 | 03:55 WIB
Siti Ngaisah menunjukkan ayam panggang jualannya (Diana Yunita Sari)
Siti Ngaisah menunjukkan ayam panggang jualannya (Diana Yunita Sari)

KEDIRI, JP Radar Kediri - Desa Waromarto memiliki banyak UMKM menarik yang digeluti warganya.

Salah satunya adalah usaha Ayam Panggang Bangi yang dikelola Siti Ngaisah. Siti adalah generasi kedua yang menjalankan usaha tersebut.

Dulunya, warung ini dirintis oleh sang mertua, yang kala itu menjual nasi pecel dengan menu tambahan ayam panggang. Kemudian dilanjutkan oleh Siti dan suaminya.

“Saya generasi kedua, dulu mertua usaha nasi pecel lalu ada ayam panggangnya. Sudah lama sebelum saya jadi menantu. Paling 35 tahun yang lalu,” ungkap Siti.

Saat ini, Ayam Panggang Bangi hanya berfokus menjual menu andalan. Yakni ayam panggang yang disajikan bersama urap-urap.

Pembeli dapat memilih berbagai porsi. Mulai dari seperempat ekor, setengah, hingga satu ekor ayam utuh. Untuk rombongan, pemesanan satu ayam utuh kerap menjadi pilihan favorit.

Warung buka mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Siti memastikan seluruh ayam yang dimasak selalu fresh.

Setiap pagi, ia didatangi setoran ayam hidup yang kemudian disembelih oleh karyawannya sendiri. Langkah ini sengaja dilakukan untuk menjamin mutu ayam.

“Kalau beli yang sudah potongan kan saya enggak tahu itu fresh atau tidak. Jadi didatangkan dalam keadaan hidup, disembelih oleh karyawan sini,” jelas Siti.

Dalam sehari, warung ini bisa menghabiskan 150 ekor ayam. Meningkat menjadi 200 ekor pada hari Minggu.

Lalu, melonjak drastis hingga 500 ekor saat momen Lebaran. Untuk melayani banyaknya permintaan, Siti dibantu oleh sekitar delapan orang karyawan.

Selain melayani makan di tempat, Ayam Panggang Bangi juga menerima pesanan online dan pengiriman luar kota.

Serta melayani pesanan tumpeng. Harga yang ditawarkan bervariasi. Satu ekor utuh dibanderol Rp 110 ribu.

Setengah ekor Rp 55 ribu. Lalu, seperempat ekor Rp 28 ribu. Warung ini juga menyediakan opsi nasi kotak Rp 36 ribu dan nasi bungkus Rp 33 ribu.

Meskipun kerap melayani permintaan khusus seperti bumbu pedas atau tidak pedas, Siti merendah soal resep. “Soal bumbu spesial tidak ada bedanya dengan ayam panggang lain,” tandasnya.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kuliner legendaris #kediri #umkm #kuliner kediri #Ayam bakar #ayam panggang #kecamatan purwoasri