JP Radar Kediri- Membincang konteks kudapan manis khas Eropa, Berliner merupakan salah satu yang paling dikenal. Donat isi khas Jerman ini memiliki ciri berbeda dari donat berlubang ala Amerika. Berliner berbentuk bulat penuh tanpa lubang tengah dan biasanya diisi selai buah, krim, atau isian manis lainnya. Menariknya, roti ini memiliki berbagai nama di setiap wilayah Jerman, seperti Krapfen, Kreppel, hingga Pfannkuchen.
Asal-usul Berliner dapat ditelusuri hingga abad ke-15. Resep paling awal ditemukan dalam buku masak Küchenmeisterei (1485) dengan nama Gefüllte Krapfen. Pada masa itu, gula masih tergolong komoditas mahal, sehingga isian Berliner awalnya berupa bahan gurih seperti keju, jamur, atau daging. Seiring berjalannya waktu dan gula menjadi lebih mudah diperoleh, isian gurih tersebut digantikan oleh selai buah.
Terdapat pula kisah populer yang menghubungkan terciptanya Berliner dengan seorang pembuat roti dari Berlin pada tahun 1756. Setelah tidak diterima menjadi tentara, ia justru bekerja sebagai juru masak di medan perang. Di sanalah ia membuat roti goreng isi yang kemudian dijuluki rekan-rekannya sebagai Berliner, mengikuti kota asalnya.
Baca Juga: Gak Perlu Mixer Mahal! Resep Donat Kentang Ini Dijamin Lembut & Mengembang Sempurna
Secara teknis, Berliner dibuat dari adonan ragi manis yang diperkaya dengan susu, mentega, dan telur. Setelah digoreng hingga berwarna keemasan, adonan bulat tersebut diisi dengan selai raspberry, aprikot, plum, atau krim, kemudian diberi taburan gula halus. Perpaduan proses tersebut menghasilkan tekstur lembut di bagian dalam dan rasa gurih-manis di bagian luar, sehingga banyak disukai.
Dalam tradisi Jerman, Berliner sering disajikan pada perayaan Karnaval (Fasching) dan malam pergantian tahun. Kini, kudapan ini dapat ditemukan sepanjang tahun di hampir seluruh toko roti Jerman. Menariknya, di kota Berlin sendiri, makanan ini tidak disebut Berliner, tetapi Pfannkuchen.
Baca Juga: Resep Membuat Donat Mengembang dan Empuk Sempurna Ala Chef Devina Hermawan
Perbedaan mendasar antara Berliner dan donat Amerika tampak pada bentuk serta isiannya. Jika donat Amerika identik dengan lubang tengah, Berliner dikenal karena isiannya yang beragam. Versi modern bahkan menghadirkan variasi baru seperti isian cokelat, krim vanila, hingga kreasi sesuai tren kuliner. Berawal dari roti sederhana di dapur lapangan, Berlin kini berkembang menjadi camilan tradisional yang tetap diminati sepanjang generasi dan budaya.
Penulis adalah Dita Amelia Ningsih Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian