JP Radar Kediri- Danau Rana Mese di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), menawarkan kisah rakyat yang diwariskan secara turun-temurun selain keindahan alam yang menakjubkan. Danau ini berada pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut, dengan luas sekitar 5 hektar dan kedalaman 43 meter.
Rana Mese, yang dikelilingi oleh hutan lebat dan masuk ke dalam kawasan Taman Konservasi Alam Ruteng, dikenal sebagai salah satu tempat wisata terbaik karena pemandangan alamnya yang tenang dan mempesona.
Namun dibalik keindahan yang tampak hari ini, terdapat legenda yang menarik mengenai asal usulnya. Kisahnya ini berpusat pada tokoh bernama Kae Ano dari kampung Teber.
Perjalanan ke Hutan Pinus bersama Kae Anu
Diceritakan bahwa Kae Anu mencari kayu di hutan Pinus karena ingin membangun rumah baru. Selama perjalanannya, ia bertemu dengan seekor tikus kecil di hutan. Saat itu, muncul empat makhluk halus—disebut darat dalam tradisi lokal atau dalam bahasa Manggarai—yang berburu babi hutan. Mereka salah mengira tikus kecil itu adalah babi hutan yang besar.
Baca Juga: Bachalpsee Pesona Danau Alpen di Jantung Swiss
Kae Anu yang memiliki kekuatan luar biasa, mengangkat tikus itu dengan mudah. Aksi tersebut membuat keempat daratan itu menakjubkan sekaligus mengejutkan, karena mereka mengira Kae Anu mampu mengangkat babi hutan besar tanpa kesulitan.
Dibawa ke Kampung Ranakes
Setelah itu, para darat membawa Kae Anu ke kampungnya di danau kecil Ranakes. Di sana, kekuatan Kae Anu kembali terbukti ketika dia menghancurkan rumahmakhluk halus dengan kakinya. Para darat melihat kekuatan itu dan meminta bantuannya untuk melawan Rana Hembok, musuh mereka.
Kae Anu setuju untuk membantu. Ia membantu Ranakes menang dalam pertempuran dan memperluas wilayah mereka.
Nama Ranamese Dibentuk
Untuk menunjukkan rasa terima kasihnya atas bantuan yang dia berikan, Kae Anu mengumpulkan area yang sekarang lebih besar itu Rana Mese. Ini kemudian berubah menjadi Danau Ranamese seperti yang dikenal sekarang.
Baca Juga: Liburan Asik di Malang: 8 Spot Wisata Keluarga yang Lagi Hits
Untuk membalas budi, raja Ranamese meminta rakyatnya membantu Kae Anu membangun rumahnya di Teber. Namun, saat mereka bekerja, anjing Kae Anu tiba-tiba menggonggong keras ke arah makhluk halus itu. Mereka langsung meninggalkan pekerjaan karena ketakutan. Hingga hari ini, orang percaya bahwa sisa-sisa pekerjaan itu, yang terdiri dari pagar batu dan kompang, masih dapat ditemukan.
Pandangan Danau Rana Saat Ini
Danau Rana Mese adalah situs konservasi penting selain menjadi bagian dari legenda yang kaya akan nilai budaya. Ini adalah tempat yang ideal untuk menikmati alam, berfoto, dan sekadar bersantai penat karena suasananya yang rimbun, udara pegunungan yang sejuk, dan air danau yang tenang.
Video tentang Danau Rana Mese sering menunjukkan hubungan antara kekayaan legenda dan keindahan alamnya, memberikan gambaran lengkap tentang bagaimana nilai budaya dan pesona alamnya membentuk identitas danau ini hingga saat ini.
Artikel ini ditulis oleh, Emerensiana Jufianti, Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya. Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian