JP RADAR KEDIRI- Di balik aroma harum daun pisang yang di bakar di atas bara api, tersimpan kisah panjang tentang kearifan lokal masyarakat Kalimantan Barat. Pengkang, makanan tradisional khas Kabupaten Sambas dan Kota Pontianak. Bukan sekadar camilan lezat, melainkan juga simbol budaya yang diwariskan secara turun temurun.
Kuliner khas ini lahir dari tradisi masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil alam secara optimal. Beras ketan dan ebi menjadi bahan utama karena mudah ditemukan serta memiliki daya tahan lama, sehingga cocok dijadikan bekal perjalanan jauh atau santapan saat bekerja di ladang dan berburu.
Makna Filsofis di Balik Hidangan Sederhana.
Lebih dari sekadar makanan, pengkang memiliki nilai filsofi yang mendalam. Hidangan ini mencerminkan keramahtamahan dan kebersamaan masyarakat Kalimantan Barat. Dalam berbagai acara adat dan pertemuan keluarga, pengkang kerap hadir sebagai simbol rasa syukur dan semangat gotong rotong.
Baca Juga: Dimsum Beragam Varian, dari Siomay hingga Udang Rambutan. Coba Sekali Pati Ketagihan
Filsofi tersebut tercermin dari proses pembuatannya yang memerlukan ketelitian serta kesabaran. Setiap tahapan, mulai dari merendam ketan, menyangrai kelapa, hingga membungkus dengan daun pisang, dilakukan dengan penuh perhatian sebagai wujud pengharapan terhadap bahan pangan yang diberikan alam.
Resep Autentik Pengkang Pontianak
Untuk membuat pengkang yang autentik, diperlukan bahan-bahan berkualitas dan proses yang tepat. Berikut resep lengkapnya.
Bahan Utama:
- 1 kg beras ketan
- 600 ml santan kental sedang
- 1 sdt garam
Bahan Isian:
- 300g kelapa parut
- 5 sdm ebi
- 6 siung bawang putih
- 12 siung bawang merah
- 2 sdt garam
- 1 sdt gula pasir
- ½ sdt kaldu bubuk
Bahan Pembungkus:
- Daun pisang secukupnya
Cara Membuat:
- Cuci bersih dan rendam beras ketan selama 2 jam, kemudian tiriskan.
- Kukus ketan selama 20-25 menit hingga setengah matang.
- Goreng ebi lalu haluskan.
- Sangrai kelapa parut hingga berwarna kecokelatan, kemudian ulek secara kasar.
- Haluskan bawang merah dan bawang putih, lalu tumis hingga harum. Masukkan ebi dan kelapa sangrai, tumis hingga matang. Tambahkan garam, gula, kaldu bubuk, kemudian aduk hingga rata.
- Tuangkan santan kedalam wajan dan panaskan hingga mulai mendidih. Masukkan ketan, aduk hingga merata, kemudian kukus kembali selama 30-35 menit hingga matang sempurna.
- Bersihkan daun pisang dan layukan di atas api. Ambil selembar daun, isi dengan ketan, tambahkan isian di bagian tengah, tutup kembali dengan ketan, lalu bungkus fan semat menggunakan tusuk gigi.
- Panggang di atas bara api atau panggangan yang telah dioles minyak hingga daun pisan kering berwarna kecokelatan dan mengeluarkan aroma harum yang khas.
Warisan Budaya yang Perlu Dilestarikan
Pengkang Pontianak kini siap dinikmati sebagai camilan hangat yang gurih dan legit. Lebih dari sekadar kuliner, pengkang menjadi jejak budaya dan wujud rasa syukur masyarakat Kalimantan Barat terhadap alam yang kaya dan penuh berkah.
Di tengah arus modernisasi, pelestarian makanan tradisional seperti pengkang menjadi penting untuk menjaga identitas budaya lokal. Generasi muda diharapkan dapat terus menerus tradisi pembuatan pengkang agar warisan leluhur ini tidak punah ditelan zaman.
Penulis adalah Emerensiana Jufianti Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian