Keraton Ratu Boko punya pesona yang berbeda dengan Candi Prambanan. Bukan candi atau bangunan lama yang megah tapi sisa-sisa istana kuno yang diyakini berasal dari abad ke-8 Masehi. Merupakan masa Kerajaan Mataranm Kuno.
Dilansir dari laman resmi bokoharjosid.slemankab.go.id, nama Ratu Boko diambil dari nama salah satu raja Mataram yang bernama Raja dan Ratu Boko yang diyakini sebagai orang tua dari Roro Jonggrang yang sering dikenal orang dalam sebuah legenda Yogyakarta.
Meskipun bukan secara jelas berbentuk candi, situs ini dipercayai sebagai reruntuhan dari istana Ratu Boko. Letaknya yang berada di perbukitan kapur, membuat Keraton Ratu Boko memiliki panorama yang tidak biasa. Yakni pemandangan yang indah mencakup candi Prambanan dan pesona lain di sekitarnya.
Tak hanya itu, keindahan pemandangan yang disuguhkan hadir bersama kesunyian. Tidak ada hiruk-piruk pedagang dan pengunjung. Saat senja tiba, langit jingga keemasan akan hadir, menciptakan panorama matahari terbenam yang dikenal sebagai salah satu yang terindah di Jogja.
Saat memasuki kawasan ini, Anda akan disambut dengan kemegahan Gapura 1 Keraton Ratu Boko. Dilanjutkan dengan Gapura 2. Adapun situs lain yang jadi pesona meliputi Candi Batu Putih, Candi Pembakaran, Kolam Teras III, Jalan Situs, Prasasti Emas, Prasasti Haralingga, dan masih banyak lagi.
Berlokasi di Jalan Raya Piyungan, Prambanan No. 02, Gatak, Bokoharji. Kecamatan Prambanan, Sleman, Yogyakarta, Keraton Ratu Boko bisa dikunjungi setiap hari mulai dari pukul 07.00 – 17.00 WIB.
Tiketnya bisa di beli langsung atau lewat aplikasi traveling, sebesar Rp 40 ribu untuk WNI dan Rp 200 ribu untuk WNA. Harga ini bisa berubah tergantung kebijakan dari pengelola wisata. Didukung dengan fasilitas yang memadai, dari area parkir yang luas, musholla, dan kamar mandi yang bersih dan layak. Juga rerumputan luas yang bisa jadi lahan bermain anak-anak.
Jadi, berminat untuk berkunjung kemari? Yuk!!!
Artikel ini ditulis oleh Karunia Syifa Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian