JP Radar Kediri - Berdiri di tengah hiruk-piruk Kota Malang yang penuh akan modernistas, Kampung Heritage justru seolah membeku. Kawasan ini berhasil menghidupkan kembali suasana kehidupan tempo dulu dan masa kolonial. Sehingga menjadikannya destinasi favorit bagi para wisatawan.
Sejarah Singkat
Kampung Heritage Kayutangan berlokasi di Pusat Kota Malang, tepatnya di Jenderal Basuki Rahmat Gg. 4, Kauman, Kec. Klojen, Kota Malang. Nama Kayutangan berawal dari kata "tempat kayu", merujuk pada hutan yang dulunya menutupi kawasan tersebut sejak abad ke-13. Namun seiring berjalannya waktu, banyak pemukiman dan pedagang yang muncul disana.
Pada masa kolonial Belanda, kawasan ini menjadi berkembangkan sebagai pusat bisnis dan pemerintahan. Pembangunan tata kota modern dan jalan beraspal dimulai pada 1914-1939.
Kayutangan diresmikan sebagai Heritage pada 22 April 2018 lalu oleh Pemerintah Kota Malang. Sehingga namanya sekarang adalah "Kampoeng Heritage Kajoetangan".
Atmosfer Tempo Dulu
Mulai dari tata ruang hingga bangunannya, kawasan ini mampu membawa pengunjung untuk terbang kembali ke masa dulu. Paduan gang sempit, arsitektur masa lalu yang klasik, kolonial Belanda, dan gaya jengki memang mampu membuat pengunjung bernostalgia.
Revitalisasi kawasan ini diwarnai dengan gotong royong warga, yang menambah rasa memiliki dan keterlibatan kuat untuk identitas rumah dan detail pembagunannya. Menciptakan "museum hidup" di mana warganya menjadi kurator sejarah mereka sendiri. Hal ini juga bentuk dari memori kolektif masyarakat yang menjaga ingatan bukan hanya lewat kisah-kisah, namun juga lewat ruang dan simbol.
Fasilitas dan Akses Pengunjung
Untuk masuk ke kawasan Kampoeng Haritage Kajoetangan, pengunjung perlu membayar tiket masuk sebesar Rp. 5.000 saja. Terjangkau bukan? Itu pun akan ditukarkan dengan souvenir berupa postcard.
Selain postcard, ada fasilitas lain yang bisa menunjang liburan pra pengunjung seperti area parkir, toilet bersih, musholla, tempat duduk, dan banyaknya spot foto instagramable tentunya.
Tersedia juga beberapa tempat untuk kamu wisata kuliner, terutama UMKM. Seperti jajanan tradisional, Onbitjikoek kue khasnya, kerajinan tangan, dan banyak kafe vintage yang bekermbang pesat di area ini.
Berbagai penawaran wisata yang menarik membuat kawasan ini banyak dikunjungi dan kamu harus jadi salah satunya. Nikmati suasana jadoel di setiap langkah yang kamu lewati. Biarkan gang sempit Kayutangan menuntun kamu semakin dalam masuk ke masa lampau penuh nostalgia.
Penulis: Karunia Syifa - Mahasiswa Magang Universitas Negeri Surabaya
Editor : Jauhar Yohanis