Laras, 30, penyedia jasa katering asal Pagu itu mengaku telah kebanjiran order tumpeng. Pemesannya tidak hanya datang dari desa tapi juga instansi dan sekolah-sekolah.
Tumpeng yang dipesan berukuran besar. Porsinya untuk 25–30 orang. Tumpeng tersebut paling banyak diminati. Satu tumpengnya dipatok dengan harga Rp 300 ribu hingga Rp 2 juta.
Harga tersebut tergantung ukuran dan jenis lauk. “Kalau yang ukuran besar biasanya buat acara resmi jadi isinya juga lebih lengkap,” tambahnya.
Fenomena serupa juga dialami Riyani, pengusaha katering di Kecamatan Plemahan. Dia harus bekerja ekstra untuk memenuhi pesanan tumpeng mini. Menurutnya, pesanan yang masuk mulai datang sejak akhir Juli. Terutama dari ibu-ibu untuk perlombaan.
“Tumpeng mini yang banyak dipesan ibu-ibu,” ungkap Riyani. Harga tumpeng mini relatif terjangkau berkisar Rp 20 ribu hingga Rp 50 ribu per porsi. Meski ukurannya kecil, proses pembuatannya tetap memerlukan ketelatenan, mulai dari membentuk nasi kerucut hingga menata lauk.
Momen menjelang 17 Agustus menjadi peluang musiman yang menggiurkan bagi pelaku usaha kuliner. Selain sebagai simbol syukur, tumpeng juga dinilai mempererat kebersamaan di tengah masyarakat dalam merayakan kemerdekaan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian