KEDIRI, JP Radar Kediri- Sumber Jiput ditunjuk sebagai pilot project wisata halal di Kota Kediri. Pengesahan itu dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Jawa Timur (Kemenag Jatim) Akhmad Sruji Bahtiar, Minggu pagi (10/8).
Wisata halal diharapkan bisa menjadi bentuk terobosan baru dalam mengemas wisata yang sesuai Syariah Islam.
Salah satunya dalam mempromosikan aktivitas positif seperti anti-minuman keras (miras) hingga produk halal.
Ditemui di kawasan Sumber Jiput, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar mengatakan, Kota Kediri memiliki potensi sebagai role model penerapan wisata halal. Salah satunya melalui pengembangan wisata halal dan kampung zakat.
“Dengan semakin banyak orang yang datang ke kampung zakat dan wisata halal, Insya Allah perputaran ekonominya juga akan semakin tinggi. Ekonomi tinggi, tentunya kesejahteraan masyarakatnya juga akan semakin tinggi,” ujarnya.
Secara khusus, Sumber Jiput itu ditargetkan dapat dikelola secara islami. Salah satunya dari layanan dan fasilitas yang harus halal secara agama.
Termasuk sebagai pusat aktivitas masyarakat yang jauh dari hal-hal yang dilarang agama seperti penyalahgunaan miras. Dengan demikian itu bisa menjadi terobosan baru dalam mengemas wisata.
Terkait isu minuman keras (miras) yang merebak di Kediri, menurutnya itu menjadi tanggung jawab bersama.
Termasuk dari unsur masyarakat yang harus berpartisipasi mencegah penyalahgunaan miras.
“Karena kalau sudah (dikonsumsi) dampak dari miras ini akan memengaruhi semuanya. Maka tentunya ayo kita bersama-sama, bahu membahu, seluruh komponen masyarakat dimanfaatkan untuk bersama-sama mencegah hal itu tidak terjadi,” tandasnya.
Sementara itu, upaya melawan miras juga ditegaskan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumber Mulyo.
Yakni, sekumpulan masyarakat setempat yang swadaya mengelola kawasan mata air yang berada di Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kota itu.
Moh. Ma’ruf Fauzi, wakil Pokdarwis Sumber Mulyo mengatakan, kawasan wisata Sumber Jiput itu dikelola dengan semangat agamis.
Masyarakat setempat memastikan tempat wisata itu bebas dari aktivitas negatif seperti asusila dan peredaran miras.
“Terutama hal-hal yang bertentangan dengan norma-norma agama dan kesusilaan itu diharapkan tidak terjadi di sini. Seperti miras dan sebagainya, pokoknya hal-hal yang dilarang agama itu tidak diperkenankan di sini,” kata Fauzi.
Selain itu, seluruh produk makanan dan minuman yang disajikan di kawasan itu juga dipastikan kehalalannya.
Pelaku UMKM yang berjualan di sana juga merupakan warga setempat. Sehingga, perputaran ekonomi juga secara langsung berdampak bagi kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar Sumber Jiput.
“Masyarakat yang terlibat di sini semuanya dari warga Rejomulyo. Baik pedagang dan sebagainya. Sehingga kegiatan di sini juga ikut mengangkat perekonomian warga,” tandasnya.
Editor : Andhika Attar Anindita