Wisata Gronjong Wariti di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri tak hanya menyajikan pemandangan alam dan wahana ramah keluarga.
Di balik suasana sejuk dan asri, pengunjung juga bisa menemukan makanan dan jajanan tradisional yang kini mulai langka.
Salah satunya adalah jajanan milik Bu Nunung (40), warga Desa Mejono yang sudah berjualan sejak wisata ini pertama kali dibuka di tahun 2017.
Dengan tagline unik “Hanya Tersedia di Gronjong Wariti” Bu Nunung menjual berbagai jajanan khas Jawa seperti cenil campur, tiwul, gatot, sawut, hingga jagung cantel.
Semua jajanan tersebut ia buat dengan resep yang ia pelajari langsung dari ibunya yang dulu berjualan di Pasar Pare. Kini, warisan itu ia teruskan sambil menyesuaikan dengan kebutuhan wisata yang kian berkembang.
“Dulu ibu saya jualan di pasar. Setelah ada wisata ini, saya pindah ke sini. Alhamdulillah ramai terus,” ungkapnya.
Nunung berjualan setiap hari dari pukul 08.00 hingga 14.00 WIB. Jajanannya juga dijual dengan harga ramah kantong yaitu hanya Rp5.000 per porsi.
Pembeli bisa memilih jajanan satu jenis atau juga dicampur dengan yang lain. Di hari biasa, Nunung bisa menjual sekitar 50 porsi, sementara saat libur atau tanggal merah bisa tembus hingga 100 porsi.
Omzet hariannya berkisar Rp300 ribu, bahkan bisa mencapai Rp1 juta saat momen libur panjang atau tahun baru.
Menurutnya, jajanan tradisional yang ia jual tak sekadar makanan biasa. Ada kenangan dan nilai budaya di dalamnya.
“Banyak yang beli itu orang-orang tua. Mereka bilang kangen makanan jadul. Saya senang bisa melestarikan ini,” ucapnya dengan senyum.
Nunung mengaku juga sempat mencoba menjual jajanan secara online, namun tidak bertahan lama karena metode pengantaran dirasa tidak efisien.
“Pernah coba, tapi repot. Harus antar-antar sendiri, lebih cocok dijual langsung di sini,” tuturnya.
Jajanan tradisional milik Bu Nunung kini menjadi salah satu ikon kuliner khas di Gronjong Wariti.
Selain karena rasanya yang otentik, juga karena suasana yang mendukung yaitu makan jajanan jadul di tepi sungai atau di bawah pohon rindang.
Di tengah maraknya jajanan kekinian, kehadiran lapak seperti milik Bu Nunung jadi oase nostalgia, terutama bagi pengunjung dewasa yang rindu cita rasa masa kecil.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira