Di tengah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, terdapat destinasi wisata alam yang memukau dan dijuluki “Amazon-nya Pacitan”.
Sungai Maron, sebuah aliran sungai berair hijau toska jernih yang membelah hutan tropis.
Salah satu cara terbaik untuk menikmati keindahan Sungai Maron adalah dengan menyusuri sungai menggunakan perahu.
Sungai Maron buka setiap hari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB. Namun, disarankan datang lebih pagi untuk menghindari keramaian dan menikmai suasana alam yang lebih tenang. Terlebih semakin siang, permukaan air di Sungai Maron mulai surut.
Untuk menikmati wisata di Sungai Maron, pengunjung cukup mengeluarkan biaya 5.000 untuk tiket masuk dan 100.000 untuk sewa per perahu yang dapat digunakan untuk empat orang dewasa.
Perjalanan menyusuri sungai dimulai dari dermaga kecil tempat para nelayan lokal menyewakan perahu-perahu kayu miliknya.
Pengunjung akan diajak menyusuri sungai sepanjang 4,5 km dengan perahu kayu bertenaga mesin. Yang memakan waktu sekitar 45 menit hingga 1 jam.
Selama perjalanan, pengunjung akan disuguhkan keindahan sungai berwarna hijau toska.
Di kiri dan kanan sungai terbentang hutan tropis yang masih asri, deretan pohon kelapa yang menjulang, tebing-tebing tinggi yang mempercantik pemandanga, serta sesekali burung liar yang melintas di atas kepala.
Pemandangan inilah yang membuat Sungai Maron diberikan julukan “Amazon-nya Pacitan”. Bedanya, di sini suasana lebih bersih, aman, dan bisa dinikmati siapa saja tanpa harus menjadi penjelajah alam profesional.
Sungai Maron bukan hanya destinasi wisata biasa. Ia adalah pengingat akan keindahan alam Indonesia yang masih alami dan menakjubkan.
Menyusuri sungai ini dengan perahu bukan sekadar aktivitas, tapi sebuah pengalaman yang menyentuh hati dan mempererat hubungan kita dengan alam.
Jadi, jika kamu sedang mencari tempat wisata yang tenang, eksotis, dan jauh dari hiruk pikuk kota, Sungai Maron di Pacitan layak masuk dalam daftar destinasi impianmu.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira