Penampilan sungai kumuh di Desa Mejono, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, kini mengalami perubahan total. Berkat inisiatif warga dan pemerintah desa, lokasi itu kini disulap menjadi destinasi wisata keluarga bernama Gronjong Wariti. Tak hanya menjadi tempat wisata, Gronjong Wariti kini juga berperan besar mendongkrak kondisi ekonomi warga sekitar.
Pada awalnya, kegiatan pembersihan area sungai diinisiasi oleh Kelompok Tani Desa Mejono kemudian dikembangkan lagi oleh karang taruna desa menjadi objek wisata. Karena menarik memberikan hasil yang positif, pemerintah desa kemudian semakin mengembangkan kawasan wisata hingga menjadi seperti sekarang.
Konsep wisata Gronjong Wariti adalah wisata keluarga ekonomis, dibuktikan dengan tiket masuk yang gratis. Pengunjung hanya perlu membayar saat menikmati wahana, mulai dari kolam renang anak, perahu, hingga roller coaster mini. Harga untuk setiap wahana juga sangat terjangkau mulai dari Rp. 5.000 sampai Rp. 15.000 saja.
Wisata ini dikelola mandiri oleh warga Desa Mejono dan pemerintah desa. Sistem yang digunakan adalah sistem saham dan patungan untuk pengelolaan wisata dan pengadaan wahana
“Semua wahana kami beli secara patungan, hasilnya dibagi rata,” ucap Pak Doyok, satpam dan penjaga buku tamu di Gronjong Wariti.
Sampai saat ini, karyawan di wisata ini sekitar 60 orang dan 60 koordinator yang semuanya berasal dari warga Desa Mejono, mulai dari petugas loket, penjaga wahana, hingga bagian keamanan. Ada pula sekitar 45 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di dalam area wisata, semua adalah warga lokal.
Mbak Lina, salah satu pemilik warung makan di lokasi menyebutkan bahwa di Gronjong Wariti dikenai peraturan bahwa semua harga makanan diatur sama rata setiap pedagang. Hal ini untuk menghindari adanya harga yang melonjak ataupun persaingan. Menu makanan terjangkau mulai dari pop mie, rujak, hingga pecel, dengan kisaran harga Rp 8.000 sampai Rp 10.000.
“Omzet bisa Rp 300 ribu saat sepi, kalau hari libur atau momen tahun baru bisa tembus Rp 1 juta lebih” ungkapnya.
Menurut Pak Doyok, satpam yang bekerja sejak awal berdirinya wisata ini, Gronjong Wariti sangat membantu perekonomian warga karena membuka lapangan kerja baru.
“Anak-anak muda daripada merantau, sekarang bisa kerja di sini. Kami ajak mereka gabung, para pedagang juga dari desa kami semua” katanya.
Gronjong Wariti membuktikan bahwa pariwisata desa bisa berkembang pesat tanpa harus bergantung pada investor besar. Cukup dengan gotong royong, sistem adil, dan semangat warga lokal.
Editor : Jauhar Yohanis