JP Radar Kediri - Siapa yang dapat menolak kelezatan olahan daging sapi satu ini. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya menyukai bakso. Namun kali ini, bakso dikombinasi dengan seafood. Bakso ini disebut dengan Bakso Cumi. “Cumi dengan ukuran besar ini, dalamnya dimasuki olahan bakso,” terang Siti Milatun Nafis, pemilik Bakso Ngapak Pak Ulin.
Agar cumi-cumi dan bakso termasak dengan sempurna, untuk proses perebusan memang memerlukan waktu sekitar empat hingga lima menit. Tentu saja hal ini membuat, bakso dan cumi-cumi terasa empuk ketika digigit. Rasa bakso akan semakin nikmat, ketika disajikan dengan kuah bakso yang bening. “Kuah bakso ini berbeda dengan bakso pada umumnya, karena menggunakan rempah-rempah berkualitas,” imbuhnya.
Dari kuah yang bening bakso, tercium sangat pekat rempah yang digunakan. Meski tanpa menambahkan saus, sambal atau kecap. Kuah bakso ini terasa sangat begitu gurih.
Perempuan berusia 23 tahun ini menjelaskan, dalam satu porsi bakso cumi, tidak hanya lengkap dengan sayuran dan mie. Namun juga terdapat tiga bakso ukuran kecil, dan toping berupa lamur, babat dan bagian lemak. Selain bakso cumi, jenis bakso mangkok juga paling banyak dicari. Seperti namanya, bakso ini berukuran mangkok yang didalamya terdapat beberapa butir bakso. “Jika bakso mangkok, menggunakan kuah lava,” ungkap perempuan yang dipanggil Nafi.
Untuk kuah lava dalam bakso mangkok, terbuat dari olahan cabai besar dan cabai kecil. Sehingga tidak hanya terlihat merah, namun juga tetap terdapat sensasi rasa pedas ketika dimakan. Dalam penyajian bakso mangkok, juga terdapat kuah dengan toping yang disajikan secara terpisah.
Berlokasi di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Mojoroto bakso ini murni menggunakan daging sapi pilihan tanpa lemak. Karena bagian lemak digunakan sebagai toping. “Disini ada sekitar sekitar 14 jenis bakso,” ungkap Nafi.
Editor : Jauhar Yohanis