Orang-orang biasa menyebutnya sate 02. Namun, meski menggunakan nama “sate”, tapi bekicot di Kedai Pak Tris di Desa Tegalan, Kandat, ini tak memakai tusuk.
Bekicotnya pun tak dibakar, melainkan di krengseng. Bahkan, Sutrisno, nama pemilik Kedai Pak Tris ini membuat inovasi baru. Yakni menggabungkan bekicot dengan jamur tiram. Bagaimanakah rasanya?
Saat masuk ke dalam Kedai Pak Tris, Anda akan diberikan tiga pilihan sekaligus. Yakni pilih bekicot, jamur, ataukah campuran bekicot dengan jamur. Jika memilih bekicot atau jamur, maka Anda tak akan mendapati tusuknya.
Semuanya disajikan di atas piring kecil yang telah disiram dengan sambal kacang atau yang akrab disebut sambal . “Kami memang tak menggunakan tusuk. Karena terlalu ribet. Apalagi bekicot atau jamurnya tak dibakar, melainkan di krengseng,” jelas Lasemi, salah satu karyawannya.
Mungkin, kalau disajikan secara terpisah itu sudah biasa. Tapi kalau dicampur antara bekicot dan jamur, rasanya bisa saling mengisi. Tampilan bekicotnya pun mirip dengan kerang. Tapi warnanya hitam. Rasanya pun gurih. Bumbunya hanya garam dan bawang putih. Pemberian bumbu saat di krengseng.
Sedangkan sambalnya pakai sambel tomat. Campuran bekicot dengan jamur tiram menghilangkan rada enek. Tidak seperti ketika makan sate bekicot saja.
Lasemi menyatakan, penggabungan bekicot dan jamur tersebut bisa dibilang variasi saja. Jadi kalau ke sini, mereka tak harus makan bekicot, tapi ada pilihan tumis jamur. (ara)
Editor : Jauhar Yohanis