JP Radar Kediri- Latte art adalah seni menciptakan gambar atau pola di permukaan minuman kopi berbasis espresso, terutama latte, dengan menuangkan susu kukus ke dalam espresso. Lebih dari sekadar hiasan, latte art menunjukkan keterampilan seorang barista dalam mengontrol aliran susu dan menciptakan tekstur busa yang tepat.
Baca Juga: Ingin Roasting Kopi? Wajib Paham Yang Satu Ini
Latte art mulai berkembang pada tahun 1980-an dan 1990-an. Seiring dengan peningkatan popularitas espresso dan minuman kopi susu di Amerika Serikat. David Schomer, pemilik Espresso Vivace di Seattle, dianggap sebagai salah satu pelopor latte art modern. Ia mengembangkan teknik untuk menciptakan microfoam, yaitu busa susu dengan tekstur halus dan lembut yang ideal untuk membuat latte art. Berikut penjelasannya:
Teknik Dasar:
- Steaming (Pengukusan) Susu:
- Proses ini sangat penting untuk menciptakan microfoam yang halus dan lembut.
- Barista menggunakan mesin espresso untuk mengukus susu hingga mencapai suhu dan tekstur yang diinginkan.
- Pouring (Penuangan) Susu:
- Barista menuangkan susu kukus ke dalam espresso dengan gerakan yang terkontrol untuk menciptakan gambar atau pola.
- Ada dua teknik dasar penuangan:
- Free pour: Membuat gambar langsung dengan menuangkan susu.
- Etching: Menggunakan alat bantu untuk menggambar di atas busa susu.
- Gambar-Gambar populer:
- Gambar hati(heart)
- Gambar rosetta (daun)
- Gambar tulip
Pentingnya Latte Art:
- Estetika: Latte art menambah nilai estetika pada minuman kopi, membuatnya lebih menarik secara visual.
- Keterampilan Barista: Latte art menunjukkan keterampilan dan keahlian seorang barista dalam mengontrol susu dan menciptakan tekstur yang tepat.
- Pengalaman Pelanggan: Latte art dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dalam menikmati kopi.
Tantangan Latte Art:
- Membuat latte art yang konsisten membutuhkan latihan dan keterampilan yang tinggi.
- Tekstur busa susu, suhu espresso, dan kecepatan penuangan susu harus tepat untuk menciptakan gambar yang sempurna.
Editor : Puspitorini Dian Hartanti