JP Radar Kediri - Memanggang atau roasting kopi memang pekerjaan yang tak gampang. Seorang roaster yang baik tidak begitu saja memanggang kopi tanpa mengetahui densitas kopi.
"Memanggang kopi yang tepat akan menghasilkan cita rasa kopi yang maksimal," terang Mochammad Ghufro, profesional barista yang juga telah mengantongi sertifikasi barista dan instruktur ini.
Roaster pemula, terangnya, wajib memahami densitas kopi. Densitas kopi merupakan kepadatan biji kopi yang terdiri dari berat kopi dan kadar air dalam kopi. Sebab, kopi juga mengandung kadar air.
Penghitungan densitas biji kopi mentah perlu diperhatikan sebagai permulaan seorang roaster dalam proses memanggang kopi, karena densitas sangat berpengaruh pada proses roasting.
Baca Juga: Kopi Asli Kediri Ini Favorit Bule. Sayang, Kurang Dikenal. Ini Penyebabnya
"Densitas ini akan menjadi panduan roaster saat melakukan proses roasting. Seperti suhu berapa kopi dimasukkan ke mesin, pada besaran tenaga pemanas dan sebagainya," bebernya.
Panduan yang tepat ini akan memengaruhi lama waktu memanggang kopi, cita rasa kopi hingga konsistensi dalam memanggang kopi.
Baca Juga: Kopi Americano bisa Bikin Berat Badan Turun, Kok Bisa? Simak Penjelasannya
Lantas, bagaimana cara menghitung densitas biji kopi. Menurut Ghufron, seorang roaster bisa menggunakan alat pengukur densitas. "Alat ini bisa digunakan untuk mengukur densitas biji kopi secara akurat," jelas owner Kawedanan Coffee & Roastery yang berada di Desa Purwokerto, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini.
Selain itu, juga bisa menggunakan metode hitung. Caranya berat biji kopi mentah dikurangi dengan prosentase kadar air.
Setelah mengetahui hasil perhitungan densitas maka seorang roaster akan mengategorikan densitas rendah, sedang, tinggi. "Dimulai dari densitas sedang, sebagai patokan, gunakan suatu kebiasaan awal atau prosedur awal seorang roaster dalam menggunakan suhu awal dan besaran awal tenaga pemanas," sarannya.
Apabila densitas kopi tersebut rendah maka, suhu dan tenaga yang digunakan lebih rendah. Begitu juga sebaliknya, apabila densitasnya tinggi, maka suhu dan tenaga yang digunakan lebih tinggi dari biasanya.
Editor : Puspitorini Dian Hartanti