KEDIRI, JP Radar Kediri – Lokasinya yang masuk di sebuah gang desa tak membuat warung makan di Kediri ini sepi dari pembeli.
Warung Mbak Pat yang beralamat di Dusun Pagak, Desa Banggle, Ngadiluwih, Kabupaten Kediri ini setiap harinya selalu dijejali para pemburu kuliner malam. Terutama mereka yang ingin makan nasi goreng, nasi kuning dan mie goreng.
Berjualan sejak tahun 2008, Fatonah atau akrab disapa Mbak Pat sejatinya tidak membuka warung makan di rumahnya. Setiap hari, dia menjual makanan olahannya di Pasar Ngadiluwih.
“Saya setiap hari jualan nasi di pasar. Biasanya mulai berangkat jam setengah empat (pagi),” kata Mbak Pat kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Nasi goreng, nasi kuning dan mie goreng itu biasanya dikemas dalam wadah mika. Semuanya dihargai Rp 3.000 per bungkusnya.
“Mau beli nasi goreng, mi atau nasi kuning, harganya sama,” ungkapnya.
Untuk nasi goreng, lauk pauk yang menyertainya adalah suwiran ayam dengan ukuran besar dan acar. Sementara nasi kuning di atasnya dilengkapi dengan potongan telur dadar, sambal goreng tempe, serundeng dan mie.
Lalu kenapa banyak orang datang ke rumahnya? Mbak Pat menceritakan, saat mempersiapkan semua dagangannya tersebut, banyak orang tidak sabar menunggu ke pasar.
Makanya, mereka lebih memilih langsung mendatangi rumahnya. Dari mulut ke mulut, banyak orang tahu kalau Mbak Pat juga menjual nasinya di rumah.
Karena setiap hari jumlahnya terus bertambah, Mbak Pat akhirnya memutuskan untuk membuka warung.
“Kalau dulu, saya sisihkan stok yang dibawa ke pasar. Sekarang saya pisah, nasi untuk warung dan pasar,” ungkapnya.
Jika langsung datang ke rumah, warung Mbak Pat mulai buka sekitar jam 21.30 WIB sampai 03.30 WIB. Harga per porsinya mulai Rp 5.000.
“Beli 5.000 boleh, 7.000 boleh, 8.000 juga boleh,” kata Mbak Pat.
Dalam sehari, Mbak Pat mengaku, bisa menghabiskan sampai 15 kilogram (kg) nasi, 10 kg nasi kunung dan 8 bal mie.
Untuk melayani pembelinya, perempuan ini dibantu oleh Jamari, suaminya dan satu pegawai.
Di bulan Ramadan, warung Mbak Pat tetap buka seperti biasanya. Jika ramai, bahkan warungnya sudah tutup sekitar jam 02.00 WIB.
Jadi bagi kamu yang menginginkan makan sahur, jangan sampai datang terlalu pagi. Bisa jadi kamu bakal kecewa karena sudah kehabisan nasi goreng dan nasi kuning Mbak Pat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Jauhar Yohanis