Salah satu kuliner khas Kota Marmer ini yang terkenal hingga di luar daerah adalah lodeh sompel.
Lodeh sompel yang beralamat di Desa Pojok, Kecamatan Ngantru ini benar-benar menjadi favorit masyarat pecinta kuliner di Tulungagung dan sekitarnya.
Bahkan bisa dibilabng warung lodeh sompel milik Bu Mamik ini ramainya tidak kira-kira.
Bagaimana tidak, Bu Mamik yang biasa membuka warungnya sekitar pukul 17.00 WIB, dua jam berikutnya semua lodeh sompelnya sudah ludes.
“Jam 7 (malam) biasanya sudah habis,” kata Bu Mamik yang sudah berjualan lodeh sompel selama 18 tahun ini.
Makanan khas ini memang banyak digemari masyarakat. Kuah lodehnya yang pedas itu terdiri dari kacang panjang, loto, rebung, pepaya dan nangka muda. Selain itu, kombinasi lain adalah bubuk dele yang dilengkapi dengan rempeyek dan kerupuk.
Bagi kamu yang tidak suka terlalu pedas, Bu Mami punya pilihan. Namanya sompel sumer. Tapi, bagi pecinta pedas, tempat ini sepertinya cocok buat kamu untuk mengisi perut kosong.
Selain rasanya yang enak, harganya juga terjangkau. Kamu cukup mengeluarkan uang Rp 7.000 saja sudah dapat satu piring lodeh sompel.
Makanya, tidak heran, pelanggan Bu Mami terus berdatangan dan rela ngantre sejak warung mulai dibuka pada sore hari.
Untuk minum, kamu bisa memesan teh manis. Yang suka anget-anget, Bu Mami juga menjual cemoe. Harganya juga ramah di kantong. Satu mangkok cemoe, harganya Cuma Rp 4.000 saja.
Buruan datang ke sini lebih sore. Sebab, jika kamu berangkat agak malam, bisa-bisa tidak kebagian lodel sompel Bu Mami.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah