Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
KEDIRI, JP Radar Kediri– Taman Hutan Kota Pare yang berada di Desa Pelem, Kecamatan Pare sungguh memprihatinkan. Taman yang diresmikan pada 2019 lalu itu kini sudah tidak terawat.
Selain banyak ditumbuhi rumput liar, di sana juga banyak genangan air. Musim hujan seperti ini membuat genangan airnya semakin tinggi. Adapun pagar pembatas dan pompa air dibiarkan rusak.
Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, air hujan yang mengguyur taman tersebut tidak mampu terserap dengan baik. Membuat tanah di sekitar kolam menjadi becek dan licin.
Baca Juga: Ini Kuliner yang Sajiannya ala Eropa tapi Rasa Khas Kediri
“Kalau jalan di sekitar sini harus hati-hati. Licin, rawan terpeleset,” jelas Ridhanis, warga setempat yang kerap bermain di taman tersebut.
Dia mengatakan , setiap turun hujan, airnya selalu menggenang di beberapa titik. Ada di sekitar kolam dan area bermain. Genangan tersebut baru hilang beberapa hari setelah tidak ada hujan susulan.
Pria asli Desa Pelem, Pare itu menyayangkan minimnya perawatan di Taman Kota Pare tersebut. Menurutnya, taman kota punya banyak manfaat. Baik dari segi lingkungan ataupun untuk kesehatan.
Baca Juga: Rekomendasi Warung Sate Kelinci di Kediri yang Enak dan Legendaris
Dulu, saat ramai pengunjung yang main ke taman tersebut hanya dikenakan biaya parkir. Untuk motor Rp 2 ribu. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda Kediri, taman itu ditutup. Hal itu kemudian memengaruhi jumlah pengunjung yang semakin menurun.
Karena taman ini sudah sepi pengunjung, sarana dan prasarana mulai tidak terawat. Sehingga membuat jumlah kunjungan semakin sepi.
“Sebelum Covid-19 ramai sekali, anak-anak hingga orang dewasa banyak yang datang ke sini. Permainan mobil-mobilan dan odong-odong semua ada. Sekarang tinggal warung saja,” kenang Sumartin, pedagang makanan dan minuman di area taman.
Baca Juga: Resep Mi Goreng Jawa yang Wajib Dicoba, Auto Nagih!
Saat ramai dia bisa menabung Rp 1,5 juta per bulan. Kini uangnya sudah tidak cukup untuk ditabung. Hanya cukup untuk mengembalikan modalnya.
Terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri Putut Agung Subekti membantah jika tidak pernah dilakukan perawatan. Pihaknya telah berupaya melakukan perawatan melalui petugas yang ada di lokasi taman.
“Untuk perawatan pasti dilakukan setiap hari,” jelas Putut.
Namun realita di lapangan, perawatan yang dilakukan masih kurang maksimal. Untuk diketahui, tahun ini, Pemkab berencana melakukan perbaikan dan penambahan fasilitas di beberapa tempat.
“Mengingat ini masih rencana, jadi untuk pastinya masih menunggu persetujuan,” pungkas kepala dinas yang kini sudah menginjak usia 54 tahun itu.