JP Radar Kediri – Bukan rahasia umum, Indonesia memiliki beragam masakan khas disetiap daerahnya yang memiliki cita rasa berbeda pada masakan khasnya, selain masakan juga yang tidak kalah unik dan perlu diketahui adalah sambal khas dari setiap daerah di Indonesia.
Hal ini tentu menjadi daya tarik sendiri bagi pecinta sambal untuk mencicipi setiap sambal yang ada di Indonesia, terlebih lagi bagi traveler yang suka bepergian wajib hukumnya mencicipi sambal-sambal tersebut.
Berikut adalah beberapa sambal khas dari Indonesia :
- Sambal Terasi (Jawa Barat)
Terbuat dari cabai, bawang merah, bawang putih, dan terasi. Sambal ini memiliki rasa pedas yang kuat dan aroma khas dari terasi, menjadikannya pelengkap yang sempurna untuk berbagai hidangan, terutama ikan dan sayur.
Baca Juga: Harus Tahu! Ini Dia Penyebab Kue Lapis Legit Harganya Mahal
- Sambal Matah (Bali)
Sambal mentah yang terdiri dari cabai merah, bawang merah, bawang putih, serai, dan daun jeruk. Rasa segar dan pedas sangat terasa, sering disajikan dengan ikan bakar atau sate lilit.
- Sambal Bajak (Jawa Timur)
Mengandung cabai merah, bawang merah, bawang putih, dan terasi yang ditumis. Sambal ini memiliki rasa manis dan pedas yang seimbang, cocok untuk cocolan ayam goreng atau ikan bakar.
- Sambal Dabu-Dabu (Manado, Sulawesi Utara)
Terbuat dari cabai, bawang merah, tomat, dan perasan air jeruk nipis. Sambal ini disajikan mentah dan memberikan rasa segar yang sangat cocok untuk hidangan seafood.
- Sambal Ijo (Padang, Sumatera Barat)
Menggunakan cabai hijau, tomat hijau, dan bawang merah. Rasa sambal ini tidak terlalu pedas, menjadikannya pelengkap yang ideal untuk masakan Padang yang kaya rempah.
Baca Juga: Intip Cara Membuat Bika Ambon, Makanan Yang Lagi Viral di Tiktok Dijamin Bikin Nagih
- Sambal Roa (Manado, Sulawesi Utara)
Terbuat dari suwiran ikan roa yang diasap, dicampur dengan cabai dan bumbu lainnya. Sambal ini memiliki rasa yang kaya dan sering digunakan sebagai cocolan untuk pisang goreng.
- Sambal Andaliman (Sumatera Utara)
Menggunakan andaliman, bumbu khas Batak yang memberikan rasa pedas dan sedikit getir. Sambal ini sering disajikan dengan ikan bakar atau daging.
- Sambal Krecek (Yogyakarta)
Terbuat dari kulit sapi yang dimasak dengan santan dan bumbu rempah. Sambal ini memiliki tekstur lembut dan cocok untuk disantap dengan nasi hangat.
- Sambal Embe (Bali)
Diolah dengan cara ditumis, menggunakan cabai, bawang merah, dan terasi. Sambal ini memiliki aroma yang khas dan sering disajikan dengan hidangan nasi.
- Sambal Colo-Colo (Maluku)
Terdiri dari cabai, bawang merah, tomat, dan air jeruk nipis, sambal ini disajikan mentah dan memberikan rasa segar yang sangat cocok untuk ikan bakar.
- Sambal Lu’at (Kupang, Nusa Tenggara Timur)
Menggunakan cabai lombok padi, daun kemangi, dan jeruk nipis. Sambal ini sering disajikan dengan se’i sapi, daging asap khas Kupang.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Lontong Cap Go Meh, Makanan Perpaduan Tionghoa dan Indonesia
- Sambal Tempoyak (Sumatera Selatan dan Jambi)
Terbuat dari durian yang difermentasi, sambal ini memiliki rasa unik dan sering dipadukan dengan ikan atau sayuran.
Setiap sambal mencerminkan kekayaan budaya dan kuliner dari daerah asalnya, menjadikannya bagian penting dari identitas makanan Indonesia.
- Sambal Pecel (Jawa Timur)
Sambal khas Jawa yang terbuat dari cabai, bawang putih, dan kemiri, sering disajikan dengan sayuran.
- Sambal Tumpang (Kediri)
Sambal khas Jawa Timur yang menggunakan tempe bosok, memberikan rasa asam dan aroma khas.
Baca Juga: Kuliner Nasi Becek, Makanan Khas Nganjuk Jawa Timur yang Penuh Sejarah
- Sambal Rica-Rica (Manado)
Sambal dari Manado yang menggunakan cabai merah dan rempah, biasanya digunakan untuk masakan ayam.
Editor : Jauhar Yohanis