KEDIRI, JP Radar Kediri- Puncak perayaan Tahun Baru Imlek atau malam ke-15 kalender Cina jatuh pada kemarin malam (12/2). Ditandai dengan lontongan atau disebut Cap Go Meh itu, umat tri dharma di Kelenteng Tjoe Hwie Kiong menyajikan 500 porsi untuk merayakan tradisi masyarakat Tionghoa tersebut.
Ketua Yayasan Tri Dharma Kelenteng Tjoe Hwie Kiong Kediri Prayitno Sutikno mengatakan, di puncak perayaan Imlek itu, umat akan melaksanakan sembahyang sebagai ucapan syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa. Termasuk para leluhur serta para Shen Ming atau dewa dan dewi.
“Untuk perayaan Cap Go Meh di Indonesia memang kita budayakan makan lontong Cap Go Meh. Rencananya kami menyiapkan 500 porsi,” ujar Prayitno.
Dalam setiap perayaan puncak Imlek, hidangan lontong memiliki makna kebersamaan, kekeluargaan, dan keharmonisan. Selain itu, hidangan tersebut juga dianggap sebagai pembawa keberuntungan.
Baca Juga: Resep dan Cara Membuat Lontong Cap Go Meh, Makanan Perpaduan Tionghoa dan Indonesia
“Untuk menyiapkan ini kami masak sendiri. Persiapannya sudah beberapa hari ini oleh tim dapur (dari Kelenteng Tjoe Hwie Kiong, Red),” bebernya sembari menyebut, sedikitnya ada 10 orang yang ditugaskan menyiapkan 500 porsi hidangan.
Dalam perayaan, lontong Cap Go Meh dibagikan kepada umat maupun masyarakat yang hadir di kelenteng. Pembagian dilakukan mulai sekitar pukul 18.00.
Setelah itu sekitar pukul 19.00, umat mulai melaksanakan sembahyang tanggal 15 Imlek. Sembahyang itu sekaligus menjadi sembahyang pertama di tahun baru Imlek.
“Dan puncak perayaannya sembahyang pukul 22.00 adalah sembahyang ucapan syukur atau Yuan Xiao,” tandas pria yang akrab disapa Prayit itu.
Baca Juga: Yokohama Chinatown, Pecinan yang Memadukan Harmoni Budaya Tionghoa dan Jepang
Sebagaimana kebiasaan perayaan hari besar di sana, Cap Go Meh juga dimeriahkan dengan pertunjukkan barongsai.
“Barongsai kami rencanakan tampil untuk mengisi sela-sela jam sembahyang,” tandas Prayit.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, sekitar pukul 15.00 kemarin petugas mulai menata persembahan.
Termasuk sejumlah sesaji berupa buah-buahan dan kue mangkok yang ditempatkan di halaman kelenteng.
Persembahan tersebut disusun di nampan yang ditempatkan di meja tinggi di sana.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah