Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inilah Tren Sarapan ala Malaysia dan Singapura yang Menjamur di Kediri

Habibaham Anisa Muktiara • Senin, 3 Juni 2024 | 17:01 WIB
TREN BARU: Penjual Kopi Tiam sedang memasak di Kedai. Kedai ini menyajikan menu sarapan ala Negara Malaysia dan Singapura.
TREN BARU: Penjual Kopi Tiam sedang memasak di Kedai. Kedai ini menyajikan menu sarapan ala Negara Malaysia dan Singapura.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kedai kopi mulai menjamur di Kediri Raya. Beda dengan sajian kopi hitam khas Kota Tahu, kini marak kedai kopi yang mengusung tema kopitiam. Konsepnya adalah menyajikan sarapan tradisional asal negara Malaysia dan Singapura. Menunya beragam, ada roti, mi, dan nasi. 

Istilah kopitiam berasal dari gabungan kata kopi berasal dari bahasa Melayu dan kata tiàm yang berarti kedai. Yakni bahasa Hokkien atau bahasa Hakka. Di Kabupaten Kediri, menu-menu tersebut dapat ditemui di sebuah kedai kopi, salah satunya ada di Toko Kopi BING. Lokasi berada di Jalan Letjen Sutoyo, Desa/Kecamatan Pare. 

Toko tersebut menampilkan kesan jadul (zaman dulu) dan nuansa kedai kopi. Jika biasanya kedai kopi atau cafe memasang AC, di khusus kopitiam hanya menggunakan kipas angin. Itupun dipasang di dinding.

Sajian minumannya, selain kopi, ada teh, dan horlicks atau dikenal milo. Adapun makanan yang disediakan berupa telur rebus dan roti bakar dengan selai kaya. “Buat yang tidak ingin sarapan berat bisa mencoba roti bakar selai kaya,” terang Nabila Latifa, pengunjung Toko Kopi BING.

Dia merekomendasikan roti bakar selai kaya untuk jadi santapan ringan. Saat dihidangkan, setiap porsi terdapat doa potong roti segitiga dengan aroma yang sangat harum. Aroma wanginya berasal dari selai kaya yang berasal dari Malaysia dan Singapura. Selai tersebut terbuat dari telur, santan, gula, dan daun pandan.

Selai yang dioles pada dua helai roti yang kemudian dipanggang hingga krispi. Meski krispi namun tidak membuat roti menjadi garing keras. “Selai kaya yang dipadukan dengan roti krispi menjadi sangat renyah dan memanjakan mulut,” imbuhnya.

Meski di kedai tersebut terdapat varian lain untuk roti bakarnya, namun selai kaya ini yang membedakan dengan roti pada umumnya. Bagi penyuka kopi, roti selai kaya menjadi kombinasi sempurna. Bikin ketagihan. Namun bagi yang tidak bisa minum kopi, bisa mencoba teh tarik malaka. Teh tarik malaka ini bisa dihidangkan panas ataupun dingin.

Jika ingin sarapan atau makanan pagi sedikit berat, bisa mencoba kwetiau goreng. Menu kwetiau di sini juga menjadi sajian yang direkomendasikan. Seperti kwetiau pada umumnya yang menggunakan mie lebar, dengan kombinasi aneka sayuran. “Aroma smoky dari kwetiau ini bikin nafsu makan bertambah,” ujar Lukman, 25,  pengunjung asal Kecamatan Pare. 

Kwetiau di sana selain smoky, bumbunya juga terasa kaya rasa. Rasa gurih, manis, dan pedas lada dapat menggoyang lidah. Pendamping makanan berat tersebut bisa mencoba choi pan kuah. Dimana choi pan kuah ini dihidangkan dengan chili oil

“Meski ada chili oil rasanya tidak begitu pedas, jadi bagi yang tidak suka makanan begitu pedas masih bisa masuk,” imbuhnya. Karena kedai kopitiam ini memiliki belasan menu, kebanyakan orang yang berkunjung akan memesan menu yang berbeda. 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram"Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. 

 

 

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#sarapan #kediri #kuliner #TREND #kedai kopi