Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Depot Sate & Gule ‘Tenang’ Pak Slamet, Cita Rasa Melegenda sejak 1971

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 9 April 2024 | 21:32 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Berkunjung ke Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri, tak lengkap rasanya jika belum mampir ke Depot ‘Tenang’ Pak Slamet. Depot legendaris ini sudah berdiri sejak tahun 1971.

Meski sudah setengah abad berdiri, cita rasa nikmat dari sate dan gulenya tak pernah gagal memanjakan lidah pelanggan setianya. Tak hanya terkenal di Kampung Inggris, namanya sudah dikenal luas hingga ke Malang, Surabaya dan Tulungagung.

Depot ‘Tenang’ Pak Slamet menyajikan dua menu andalan. Yaitu sate dan gule kambing. Dagingnya bertekstur empuk dan lembut. Sensasi empuknya sudah terasa mulai dari gigitan pertama. Potongan dagingnya pun tergolong besar. Satu porsi berisi 10 tusuk. Disajikan memakai sambal kacang halus berpadu kecap manis dan irisan bawang merah.

Agung Widodo, pemilik yang juga generasi ketiga penerus Depot Pak Slamet mengatakan, resep hidangan terus terjaga orisinal dari turun temurun. Tak berubah dari sejak awal depot ini berdiri. “Resep dari Mbah saya (Pak Slamet), terus kami pertahankan dari generasi ke generasi,” jelasnya.

Satu menu andalan lain yaitu gule kambing. Dibuat dengan daging pilihan. Bertekstur empuk dipadu campuran kuah kental dan lemer. Aroma rempah-rempah tradisionalnya khas dan harum.

Tak tercium bau prengus saat menyantapnya. Satu porsi gule berisi potongan daging, kulit, jeroan dan tulang. Semua menyatu dalam satu mangkok penuh hingga terkesan nyaris luber.

Saat bulan puasa, depot ini sangat cocok dijadikan tempat buka bersama keluarga dan teman kantor. Tempatnya strategis di Jl. Letjen Sutoyo No 73 atau lebih dikenal dengan sebutan Jalan Kandangan.

Menjelang bedug Maghrib bergema, depot ini selalu dipadati pembeli. Bahkan banyak dari mereka yang tidak kebagian tempat duduk. “Ya, banyak Mas, mereka sampai terpaksa antre,” ungkap Pak Widodo, sapaan akrabnya.

Pria bertubuh kekar itu mengaku dapat menghabiskan tak kurang tiga daging kambing utuh tiap harinya. Ia dapat menjual 150 porsi sate dan 100 porsi gule per hari saat bulan puasa. buka mulai jam 3 sore sampai jam 9 malam.

Selain rasanya yang juara, bangunan berdesain vintage juga menjadi daya tarik tersendiri saat pengunjung datang ke depot. Terpasang beberapa foto jadul serta perabotan warung yang terlihat klasik ala depot 80an. Sehingga pengunjung akan berasa kembali nostalgia ke jaman dulu.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kabupaten kediri #kecamatan pare #sate