KEDIRI, JP Radar Kediri – Situs Panjer sudah tidak asing lagi di telinga warga Kediri. Lokasi tersebut berada satu kompleks dengan Sumber Kahuripan. Bahkan, pengunjung yang menuju ke Situs Panjer pasti melewati sumber ini.
Alhasil, banyak pengunjung Situs Panjer yang kerap kali singgah di mata air ini. Barangkali untuk sekadar menikmati suasana alam yang masih asri. “Biasanya orang yang mau ke sini (Situs Panjer, Red) suka mampir di sumber. Duduk-duduk aja di sana,” ujar Parnadi, warga setempat.
Kawasan itu memang sedikit demi sedikit mulai dibangun. Salah satunya, dengan menghadirkan gazebo-gazebo dari bambu. Sehingga bisa dijadikan tempat duduk pengunjung. Meski pada akhirnya, pengunjung dari luar daerah cenderung lebih banyak yang mengunjungi Situs Panjer.
“Karena kalau orang ke Situs Panjer kan memang untuk tujuan religi. Di dalam situsnya juga ada sumbernya,” tuturnya.
Sumber yang dia maksud ialah yang banyak disebut warga sebagai Sumber Towo. Berbeda dari Sumber Kahuripan yang lebih banyak difungsikan sebagai wisata dan pengairan. Sumber ini justru dimanfaatkan untuk tujuan ritual.
“Ada yang percaya airnya bisa menyembuhkan penyakit. Itu dulu airnya keluar dari sela-sela tanaman bambu,” ucapnya.
Kini, Sumber Towo itu telah diberi pengaman. Mata airnya dipasangi beton berdiameter lebih kurang 60 centimeter (cm) mengelilingi titik sumber. Lengkap dengan atap-atap yang melindungi mata air tersebut.
“Kalau Sumber Kahuripan lebih banyak dipakai untuk pengairan sawah. Bukan untuk pertanian sekitar sini, tetapi yang di bawah sampai Gurah sana,” tandas pria parobaya itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah