Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Yuk Menikmati Makanan Khas Lereng Gunung Wilis di Kediri, Namanya Krecek Mangga Podang

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 20 November 2023 | 17:03 WIB

 

NIKMAT: Krecek podang yang dimasak tumis dan dipadu dengan mi.
NIKMAT: Krecek podang yang dimasak tumis dan dipadu dengan mi.

Bentuknya seperti keripik, tipis, dan kaku. Bila masih mentah, warnanya juga hitam akibat lumuran abu kayu bakar. Namun, bila sudah matang, rasanya bakal menggoyang lidah penikmatnya.

Nusantara memang kaya akan kuliner tradisional. Warisan nenek moyang yang sudah ada sejak dulu. Salah satunya yang ada di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri ini. Namanya krecek atau karakan pelem podang.

Merasa asing? Atau terasa aneh? Wajar bila demikian. Sebab, jenis makanan ini memang khas dari desa di kaki Wilis ini. Di tempat yang memang banyak tumbuh pelem (mangga) podang.

Sesuai namanya, krecek podang memang dibuat dari mangga podang. Namun, dia tidak bisa dimakan langsung begitu saja. Harus melalui beberapa tahap pengolahan. Baru setelah di masak matang, bisa menjadi menu pendamping alias lauk bagi makanan utama.

“Bisa menjadi lauk-pauk, yang bisa dimakan sehari-hari,” terang seorang warga Desa Bulusari bernama Ridwan Efendi.

Menurut pria berusia 35 tahun ini, warga Bulusari berusaha  mempertahankan resep yang mereka dapatkan secara turun-temurun ini. Meskipun prosesnya juga tak bisa cepat namun mereka terus melestarikannya.

Berapa lama proses pembuatan krecek podang ini? Relatif lama, mulai dari membuat irisan dari mangga podang hingga siap masak bisa mencapai tiga hari. Membuatnya juga bukan dari mangga yang matang.

KERING: Krecek podang yang prosesnya melalui penjemuran.
KERING: Krecek podang yang prosesnya melalui penjemuran.

“Harus dari mangga podang yang masih mentah,” terang Ridwan.

Memang, untuk mendapatkan krecek podang sebagai lauk, perlu melewati beberapa tahapan. Setelah  mendapat mangga podang dari pohon, harus dikupas dulu. Kemudian dipotong-potong tipis seperti krecek atau keripik. Selanjutnya dilumuri dengan abu kayu bakar.

“Satu kilogram krecek pelem podang butuh 50 kilo mangga yang masih mentah,” sebut Ridwan.

Kenapa dilumuri abu? Menurut Ridawan, hal itu untuk menghilangkan rasa asam mangga muda. Juga untuk mengenyalkan.

Setelah  melalui proses penjemuran, dan juga perendaman, krecek podang pun sudah jadi bahan pangan. Yang siap dimasak menjadi menu pendamping makan nasi.

“Sebenarnya bisa dibuat dari semua jenis mangga. Tapi, berdasarkan pengalaman, yang paling enak ya dari mangga podang,”  tandas Ridwan. 

 

BERTABUR ABU: Untuk menghilangkan rasa asam krecek podang lebih dulu ditaburi abu kayu bakar.
BERTABUR ABU: Untuk menghilangkan rasa asam krecek podang lebih dulu ditaburi abu kayu bakar.

Dibuat Botok Nikmat, Ditumis dengan Mi pun Lezat
Dimasak apakah krecek podang yang paling nikat? Tergantung selera. Namun, menjadi botokan bisa jadi pilihan paling atas. Seperti yang biasa dilakukan masyarakat Desa Bulusari ini.

Caranya? Ya seperti membuat botok pada umumnya. Dipadu dengan parutan kelapa dan irisan tempe. Dibungkus daun pisang, kemudian dikukus.

Ada lagi yang lebih simpel. Ditumis kecap, dicampur dengan mi. Bisa juga ditumis bersama ikan pindang. Membuat rasanya gurih, cocok bila disantap dengan nasi yang hangat.

Sebenarnya, memasak krecek podang jadi lauk tidak lama. Paling sekitar 20-an menit.  Namun, sebelum itu krecek harus direbus dulu. “Direbusnya 10 sampai 15 menit,” ujar Siti Kotimah, 41, warga Desa Bulusari yang andal memasak menu ini.

Setelah direbus barulah krecek pelem podang layak diolah. Kali ini, Ridwan dan Siti mengolahnya dengan cara ditumis kecap. Kemudian dicampur dengan mi.

Bumbu yang disiapkan sederhana. Yaitu bawang putih, bawang merah, cabai rawit, sedikit penyedap rasa, gula secukupnya, dan sedikit garam. Ditambah kecap manis. Sebelum ditumis, tentu saja mi juga harus direbus terlebih dahulu sekitar 2 atau 3 menit.

“Setelah matang bisa diberi taburan bawang merah goreng di atasnya. Kemudian sudah siap dihidangkan,” terang Siti.

Masakan krecek podang tumis dengan mi itu cocok untuk lauk harian dan dimakan dengan nasi putih hangat. Bagi yang suka mengonsumsi makanan dengan kerupuk juga bisa.

Rasanya gurih dan manis. Ketika bertemu dengan lidah, terasa tekstur yang asing, namun enak dimakan. Rasa asam atau rasa khas dari mangga benar-benar sudah tidak terasa. Setelah menjadi lauk, teksturnya kenyal dan sedikit kriuk seperti sayuran. Resep tradisional dari nenek moyang ini sangat rekomendasi untuk lauk harian. Karena bisa diolah sesuai selera masing-masing.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#krecek #kuliner