Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Yuk Berkunjung ke Kampung Lele di Desa Tales, Ini yang Bisa Dinikmati

Anwar Bahar Basalamah • Senin, 5 Juni 2023 | 18:31 WIB
(Foto: Habibah A. Muktiara)
(Foto: Habibah A. Muktiara)
Kabupaten Kediri tak hanya terkenal dengan budi daya ikan koi. Namun juga ikan lele. Nama lokasinya adalah Kampung Lele. Di sana, selain berwisata pengunjung juga bisa melihat budi daya ikan.

Kampung Lele berada di Dusun Cakruk, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dari alun-alun Kota Kediri, jaraknya sekitar 12 kilometer (km). Bila mengemudi mobil memerlukan waktu sekitar 24 menit. Sedangkan jika naik sepeda motor hanya sekitar 21 menit.

Jalan menuju lokasi tergolong mudah karena sebagian sudah beraspal. “Berawal dari budi daya lele, kemudian dikembangkan menjadi tempat wisata,” jelas Maryani, pengelola Kampung Lele.

Pengembangan budi daya ikan lele menjadi tempat wisata ini dimulai pada 2016. Ide awalnya saat mengikuti karnaval desa. Di event itu membuat olahan lele.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Untuk menjadi seperti saat ini, menurut Maryani, ada proses panjang. Tidak hanya dalam pengolahan tempat, namun juga makanan yang dijual. “Menu makanannya dari olahan dari ikan lele,” ujarnya.

Agar Kampung Lele memikat pengunjung, bapak dari tiga anak ini memutar otak. Dia menambahkan fasilitas di sana. Sehingga Kampung Lele menjadi destinasi bagi pelajar untuk melakukan study tour. Hal ini bukan tanpa alasan, sebab tempat yang luas, fasilitas lengkap dan menawarkan wisata kuliner termasuk edukasi menjadikan Kampung Lele sebagai destinasi adalah pilihan tepat.

Banyak gazebo, lahan parkir luas, dan nuansa yang rindang menyambut para pengunjung Kampung Lele. Terlebih lagi dengan hiburan musik menambah keseruan pengunjung dan meramaikan wisata ini. “Kolam yang dulu untuk budi daya lele, diubah menjadi kolam renang,” imbuh Maryani.

Alasan membuat kolam renang, lanjut dia, karena sangat familier bagi masyarakat. Kolam renang itu menarik pengunjung, terutama anak-anak. Begitu datang untuk berenang, mereka akan tahu bahwa terdapat Kampung Lele.

Tak sampai di situ, Kampung Lele juga menyediakan taman bermain bagi anak-anak. Wahyudi menjelaskan taman bermain ini disediakan agar anak-anak senang berwisata di Kampung Lele dan tidak bosan berada di sini. “Ada wahana tangkap ikan, memindah ikan, hingga memberi makanan,” terang Maryani.

Beragam hiburan yang disuguhkan Kampung Lele mampu menambah daya tarik wisata. Bahkan masyarakat dari luar kota sering datang berkunjung. Meski lokasi tempat wisata ini berada di tengah desa yang aksesnya tidak begitu luas, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat.

Selain akses yang mudah, harga yang murah juga membuat tempat wisata tersebut ramai. Tidak hanya anak-anak, juga orang dewasa. Untuk menikmati fasilitas berenang tarif hanya Rp 5 ribu, karaoke pun Rp 5 ribu.

Pengunjung Dapat Nikmati Sate, Bakso dan Sempol Lele
Tak hanya edukasi budi daya ikan, pengunjung Kampung Lele juga dapat menikmati hasil olahannya. Pilihannya, mulai dari sate lele, lele terbang, sempol lele, nugget lele, bakso lele, dan masih banyak lagi. “Pertama membuat sate lele, kemudian dikembangkan bakso, sempol, nugget. Totalnya ada 18 item,” jelas Mariyani, pengelola Kampung Lele.

Tentu saja lele yang diolah adalah hasil budi daya dari kolam Kampung Lele. Di sana setidaknya ada sekitar tiga kolam berisi puluhan ton lele. Karena jenis hidangannya berbeda, begitu pula bahan ikan lele.

Photo
Photo
(Foto: Habibah A. Muktiara)

Rupanya untuk mengembangkan olahan lele, juga terdapat trial and error. Agar rasa olahan dapat diterima masyarakat, juga dilakukan percobaan. Tidak hanya terkait rasa, namun juga penyajiannya. “Kita rasakan hingga level rasanya ini di sini, baru kita tetapkan. Sebab step by stepnya kita catat,” urai Mariani.

Laki-laki berusia 56 tahun ini mengatakan bahwa semua bagian lele dapat diolah. Untuk membuat sate lele yang digunakan adalah bagian dagingnya. Sehingga bobot lele yang diperlukan memiliki berat satu kilogram. Daging lele yang di fillet itu kemudian dipotong dadu, dan ditusuk seperti sate. Sebelum dibakar terlebih dahulu diberi rempah-rempah.

Sedangkan untuk bahan digunakan untuk sempol dan nugget, adalah daging lele nomor dua. Kemudian untuk kulit dan tulang ini diolah menjadi kerupuk. “Daging bagian kepala ini dijadikan isian risoles,” kata bapak tiga anak ini.

Jika sate lele memerlukan satu kilogram, untuk lele bakar, lele terbang menggunakan lele yang sedang. Inovasi dua menu tersebut muncul karena adanya over stok, dan harga jual yang murah. Sehingga mereka membuat ide untuk mengolah lele tersebut.

Olahan lele ini tidak hanya bisa dimakan di lokasi wisata, namun juga dapat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Sebab olahan lele tersebut ada yang versi frozen, seperti sempol, nugget, rissole, bakso, tahu bakso, hingga abon lele.

Tidak hanya orang dewasa, namun anak-anak juga menyukai berbagai macam olahan dari ikan lele tersebut. Di kalangan anak-anak, olahan yang paling banyak dibeli adalah sempol, nugget, sosis hingga bakso. “Enak kenyal-kenyal rasanya,” ujar Romadhon Zikri, 10, salah satu pengunjung.

Bersama dengan teman-temannya kelas empat SD, Zikri membeli makanan setelah selesai berenang. Satu porsi delapan tusuk dihargai Rp 5 ribu.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #berita viral #berita terbaru #berita hari ini #sate lele