JP Radar Kediri– Jelang lebaran, pedagang pakaian di pasar-pasar tradisional Kota Kediri masih sepi pembeli. Salah satunya adalah di Pasar Bandar. Hal tersebut dipicu oleh beberapa faktor mulai dari beralih ke platform online hingga kondisi ekonomi masyarakat yang sedang lesu.
Aris, salah seorang pedagang pakaian mengatakan dibandingkan tahun ini justru paling sepi. Apalagi jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. “Bahkan dibandingkan pas Covid saja masih mending. Kayanya masih rame itu di tahun 2022-2023,” jelas pria asal Kecamatan Semen tersebut.
Hal yang sama juga dikatakan oleh Udin, pedagang asal Kecamatan Mojoroto. Dia mengatakan bahwa dalam satu minggu saja kadang hanya terjual 2-3 potong pakaian. Dia juga tak berani untuk banyak kulakan karena takut tidak laku.
“Nemen (parah, red) tahun ini kaya gak lebaran. Padahal dulu di sini terkenalnya Mall Bandar,” ungkap wanita yang sudah berjualan sejak tahun 1984 itu.
Terkadang mereka juga menjual barang dagangannya secara online. Tetapi juga kurang berhasil. Di sana memang banyak kios menjual pakaian. Pantauan di lapangan tak lebih dari 10 pembeli yang mampir untuk memilih-milih pakaian.
Jenis pakaian yang dijual sebenarnya hampir sama dengan di toko-toko dan mall. Pasalnya, penjual juga kulakan di grosir dan memilih pakaian yang sedang tren. Beberapa diantaranya seperti daster, blouse, hingga gamis.
Para pedagang mengatakan bahwa pembeli lebih banyak memilih toko online. Selain itu eksistensi pasar juga mulai pudar. Banyak yang menganggap baju di pasar adalah kuno dan tidak update. Juga faktor sistem tawar-menawar yang dinilai tidak praktis.
Editor : Andhika Attar Anindita