KEDIRI, JP Radar Kediri- Pengusaha parcel di Kota Kediri kebanjiran pesanan. Di minggu pertama Ramadan, omzetnya sudah mencapai jutaan rupiah.
Hal itu disampaikan Rachma, pengusaha parcel Kota Kediri mengatakan, permintaan parcel nail sebesar 60 - 80 persen. Omzetnya sudah tembus Rp 20 juta lebih.
"Alhamdulillah sudah Mbak (lebih dari 20 juta, Red)," ujar Rachma.
Tingginya permintaan ini tak lepas dari cara Rachma mempromosikan produknya. Sebelum Ramadan, dia mengaku telah mengirimkan proposal ke instansi-instansi maupun perusahaan swasta. Karena itulah dia bisa menuai permintaan tinggi meski baru di minggu pertama bulan puasa.
"Perusahaan dan kantor-kantor gitu malah sebelum puasa sudah pesan," ujarnya sembari menyebut pelanggannya memesan lebih awal agar lebih mudah saat pengiriman ke koleganya nanti.
Sementara, harga parcel yang ditawarkan juga bervariasi. Mulai dari Rp 90 ribu - Rp 2,5 juta. Isian yang ditawarkan juga beragam. Ada barang pecah belah, snack, juga sembako. Pelanggan pun bisa memodifikasi sendiri isi parcelnya.
"Kalau perusahaan, bank, atau kantor-kantor gitu kebanyakan pesan yang pecah belah. Sedangkan yang umum, orang-orang suka isian yang snack atau sembako," bebernya.
Sementara, Hamidah, 33, pengusaha parsel musiman asal Kecamatan Mojoroto mengaku telah mencatat omzet sekitar Rp 19 juta. Seperti Rachma, dia juga melakukan promosi sejak sebelum Ramadan. Tidak hanya itu, dia juga menjual parcelnya di supermarket Kota Kediri.
"Parcelnya di kisaran harga Rp 200 ribu," akunya sembari menyebut dirinya juga melakukan penjualan daring di aplikasi Gojek dan Grab.
Terpisah, Ketua Hampers Produk Kota Kediri Mapan (Prima) Kota Kediri Sri Ayuni mengatakan permintaan parcel di awal Ramadan ini masih landai. Omzetnya masih jutaan rupiah.
Dia menduga permintaan yang masih landai ini berkaitan dengan tanggal tua-istilah yang biasa digunakan untuk menunjukkan situasi dimana keuangan seseorang sedang menipis lantaran belum menerima gaji bulanan.
"Ya ada, tapi masih belum banyak (permintaan, Red). Ini juga masih nunggu orderan, mungkin nanti setelah (masyarakat, Red) gajian," ujarnya.
Tahun ini, pihaknya menargetkan omzet yang didapatkan mencapai Rp 20 juta - Rp 30 juta. Untuk mencapainya, pihaknya telah melakukan promosi jauh-jauh hari melalui media sosial. Pun dilengkapi dengan katalog. Sementara, harga parcel yang ditawarkan juga bervariasi. Mulai Rp 50 ribu - Rp 1 juta.
"Kami juga melayani untuk pesanan custom," tandasnya sembari menyebut omzet yang dicatatkan tahun lalu mencapai Rp 20 juta. (em/rq)
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita