JP Radar Kediri– Datangnya bulan Ramadan membuat beberapa agenda Car Free Day (CFD) atau pasar tematik di Kediri mengalami perubahan jam operasional. Salah satunya di Jalur Lintas Sumber Rempi atau yang akrab dikenal sebagai JLS.
Jalan yang berlokasi di Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren ini sebelumnya sempat viral karena menjadi lokasi baru bagi ratusan pelaku UMKM menggelar lapak setiap hari Minggu.
Selama bulan Ramadan, JLS berubah menjadi sentra takjil setiap sore hari. Ratusan pedagang mulai menggelar lapak sejak pukul 15.00 hingga 19.00 WIB.
Para pembeli pun tetap membanjiri lokasi tersebut, menjadikan JLS sebagai tempat baru untuk berburu takjil.
“Selama puasa CFD libur dulu. Niatnya ingin diadakan bazar Ramadhan, tapi karena hujan terus, akhirnya belum terlaksana,” ungkap Ridwan, Ketua Paguyuban JLS Rempi.
Karena event bazar Ramadan belum resmi terlaksana, pedagang saat ini hanya mereka yang bersedia saja.
Meski begitu, posisi pedagang tetap ditata dengan hanya menempati sisi barat jalan. Agar tidak mengganggu arus kendaraan.
Walaupun bukan merupakan event resmi, omzet para pedagang justru meningkat. Dalam sehari, rata-rata omzet pedagang berkisar antara Rp 200 ribu hingga Rp 400 ribu.
“Sudah berjualan di sini dari awal. Sekarang saat puasa, hanya jualan sore hari saja dan alhamdulillah tambah ramai,” ungkap Dede, salah satu pedagang es buah.
Hal senada disampaikan oleh Sugeng, pedagang terang bulan jadul. “Selama puasa, sehari bisa habis 100 sampai 200 potong trambulan, ya (omzetnya) sekitar Rp 300 ribu,” jelasnya.
Berdasarkan data yang tercatat, jumlah pedagang di sana mencapai lebih dari 200 orang. Kebanyakan berasal dari wilayah Kecamatan Pesantren dan daerah lain. Seperti Kecamatan Wates atau Kecamatan Mojoroto.
Bahkan, banyak pula pedagang dari kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) yang memilih pindah lapak ke JLS.
“Yang sedikit terdampak omzetnya mungkin penjual kopi, karena dulu sering dipakai nongkrong anak muda dari sore. Sedangkan sekarang saat puasa pembeli lebih banyak membeli takjil untuk dibawa pulang,” pungkas Ridwan.
Editor : Andhika Attar Anindita