Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Legendaris Sejak 1990! Pecel Tumpang Bu Poniman Pagu Tetap Jadi Primadona, Apa Rahasianya?

Diana Yunita Sari • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:00 WIB

Kuliner pecel tumpang Bu Poniman (Diana Yunita)
Kuliner pecel tumpang Bu Poniman (Diana Yunita)

JP Radar Kediri - Di Desa Wonosari, Kecamatan Pagu terdapat tempat makan legendaris yang sudah berdiri hampir tiga dekade. Warung Pecel Tumpang Bu Poniman yang berlokasi di Dusun Bringin ini menjadi salah satu destinasi kuliner favorit.

Warung pecel tersebut tampak sederhana. Menempati area depan rumah yang menghadap langsung ke Jalan Ahmad Yani. Hingga kini, warung yang dikelola langsung oleh Bu Poniman tersebut selalu ramai menjadi jujukan warga.

“Berjualan sudah lama, sejak saya masih kecil. Dulu harganya masih Rp 400 atau Rp 500 perak,” ungkap Kristiono Catur Widodo, 43, putra Poniman.

Kristiono menyebutkan bahwa sebelum berjualan pecel, warung ibunya itu awalnya hanya menyediakan menu kopi. Melihat peluang usaha yang ada, Poniman memutuskan untuk menambah menu nasi pada tahun 2005 dan terus bertahan hingga saat ini.

Menu utama yang tersedia adalah nasi pecel dan nasi tumpang khas Kediri. Dalam sehari, Poniman mampu menjual lebih dari 200 porsi. Jika dulu hanya dibantu oleh sang anak, kini usahanya telah berkembang. Kini dia dibantu oleh sekitar 12 karyawan.

“Karyawan bertugas melayani pembeli atau bagian lainnya, sementara untuk urusan memasak tetap ditangani murni oleh Bu Poniman sendiri,” jelasnya.

Warung ini beroperasi dalam dua shift. Yaitu pagi hingga siang dan dilanjutkan sore hingga malam. Proses memasak pun dilakukan dua kali dengan takaran tertentu di setiap sesinya. Kristiono menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan bahan sisa dari sesi sebelumnya demi menjaga kualitas rasa.

“Pagi mulai memasak pukul 04.30 untuk jualan pagi. Lalu sekitar pukul 11.00 mulai persiapan untuk jualan sore. Jika ada sisa, tidak digunakan lagi dan diganti yang baru agar semuanya tetap fresh,” lanjut Kristiono.

Satu porsi nasi tumpang pecel dibanderol dengan harga terjangkau. Yakni Rp 8 ribu. Keistimewaan warung ini terletak pada sambalnya yang dibuat dari bumbu dan cabai pilihan. Selain itu, pembeli yang makan di tempat akan disajikan hidangan di atas pincuk daun pisang yang autentik.

Pembeli yang datang pun bukan hanya warga sekitar. Melainkan juga dari luar daerah seperti Cirebon, Surabaya, dan kota-kota lainnya. “Banyak yang merekam dan mengunggahnya ke YouTube atau TikTok. Mungkin karena itu pembeli jadi penasaran dan datang langsung ke sini,” pungkasnya.

Untuk mendapatkan berita-  berita terkini   Jawa Pos   Radar Kediri  , silakan bergabung di saluran WhatsApp "  Radar Kediri  ". Caranya klik link join  saluran WhatsApp Radar Kediri.  Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : rekian
#kabupaten kediri #kediri #kuliner kediri #nasi tumpang #Pecel Kediri #kuliner kediri raya #rekomendasi kuliner kediri #pecel legendaris #pecel #nasi pecel