JP Radar Kediri - Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri tidak hanya dikenal dengan pasar yang telah berdiri sejak masa colonial. Tetapi juga dikenal dengan berbagai UMKM unik yang digeluti warganya. Salah satunya adalah usaha tas anyaman plastik milik Ratna Dwi Safitri, 40, warga Dusun Klaten.
Sebelum memulai usaha, Ratna mengikuti pelatihan keterampilan yang diselenggarakan oleh pemdes. Setelahnya, dia mulai berani mengembangkan usahanya sendiri pada 2023.
“Alhamdulillah semakin berkembang, kini satu bulan bisa dapat pesanan hingga ribuan biji,” ujarnya.
Bahan utama untuk membuat tas anyaman ini adalah tali jali yang dianyam sesuai pola dan warna. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa tas saja. Melainkan juga keranjang, besek, hingga tas model kekinian sesuai permintaan pelanggan.
Dalam menjalankan usahanya, Ratna dibantu oleh sekitar 20 karyawan. Mereka tidak bekerja di satu tempat. Melainkan bisa mengerjakan anyaman di rumah masing-masing dengan membawa bahan yang telah disediakan.
“Kebanyakan karyawannya ibu-ibu. Jadi mereka ke sini mengambil bahan untuk dikerjakan di rumah sambil melakukan pekerjaan lain,” ucap Ratna.
Dalam sebulan, dia bisa menerima pesanan hingga ribuan produk. Bulan ini saja, dia sudah menerima orderan sebanyak tiga ribu pieces. Pesanan tersebut sudah menjangkau seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan dia pernah mengirim hingga ke luar negeri seperti Hong Kong dan Malaysia.
Harga produknya cukup beragam. Untuk tas hajatan dibanderol mulai Rp8 ribu – Rp15 ribu. Sedangkan untuk suvenir mulai dari Rp 6 ribu. Pelanggan dari luar negeri kebanyakan diaspora yang suka dan tertarik dengan produk dalam negeri.
Semua pemesanan dilakukan melalui WhatsApp dan Facebook. Jika pesanan sedang membeludak, tak jarang Ratna membagi pekerjaan tersebut kepada pengrajin lain di komunitasnya.
“Diusahakan tidak menolak orderan, jadi kami bekerja sama dengan pengrajin lain,” tandasnya.
Selain fokus pada produksi, Ratna juga aktif ditunjuk menjadi pemateri pelatihan di sekolah-sekolah maupun di perkumpulan ibu-ibu desa. Meski pesanan selalu ada setiap hari, permintaan biasanya mencapai puncak paling ramai saat memasuki musim hajatan.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian