Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Batik Panji Desa Wonoasri Kediri: Bermula dari Pandemi, Kini Berhasil Serap Tenaga Kerja

Diana Yunita Sari • Rabu, 11 Februari 2026 | 07:36 WIB
Kepala Desa Wonoasri menunjukkan proses batik tulis (Diana Yunita Sari)
Kepala Desa Wonoasri menunjukkan proses batik tulis (Diana Yunita Sari)

JP Radar Kediri - Pemdes Wonoasri memiliki inovasi menarik untuk memberdayakan warga sekaligus menumbuhkan perekonomian lokal.

Melalui pelatihan membatik membuat desa ini berhasil menyerap tenaga kerja hingga produk batiknya sukses menembus pasar nasional.

Sebagian besar batik yang diproduksi mengusung motif Panji. Notabene, berkaitan erat dengan sejarah Kabupaten Kediri.

Inisiatif ini bermula saat pandemi Covid-19. Ketika banyak warga terdampak secara ekonomi.

“Awalnya karena melihat banyak warga yang dirumahkan dan tidak bisa ke mana-mana. Karena saya menyukai batik, saya mengajak warga mengikuti pelatihan yang bisa dikerjakan dari rumah,” ungkap Kepala Desa Wonoasri Anik Muryantini.

Jenis batik yang diproduksi meliputi batik tulis dan batik cap. Anik menjelaskan bahwa sistem produksinya menggunakan prinsip berkarya bersama.

Saat ini, gerai miliknya telah mempekerjakan delapan orang pengrajin dan lima orang penjahit. Jika pesanan membeludak mereka akan menyerap lebih banyak tenaga kerja. Bahkan hingga ke luar desa.

Proses produksi dipusatkan di gerai yang terletak di depan Kantor Desa Wonoasri. Untuk membantu ibu rumah tangga, pekerjaan tidak selalu dilakukan di gerai.

Namun beberapa tahap seperti proses mencanting atau pemasangan kancing bisa dibawa pulang ke rumah masing-masing.

“Di sini, hampir setiap bulan selalu ada motif batik baru yang didesain sendiri oleh warga kami,” lanjut Anik.

Saat ini, batik Panji banyak dipesan oleh berbagai Lembaga. Seperti sekolah, yayasan, kantor dinas, hingga biro umrah.

Prestasi batik Desa Wonoasri pun cukup gemilang. Rutin tampil di ajang bergengsi dan dikenakan oleh para model.

Mulai dari ajang Inu Kirana, Duta Batik Kabupaten, hingga Putra-Putri Batik. Produk mereka juga hadir di stan Kediri Fashion Batik Festival 2025.

Harga yang ditawarkan sangat beragam tergantung tingkat kesulitan. Batik tulis dibanderol dari harga Rp 500 ribu. Batik print mulai dari Rp100 ribu.

Mayoritas konsumen membeli dalam bentuk kain. Namun ada juga yang memesan dalam bentuk pakaian jadi hasil kolaborasi dengan desainer dan penjahit lokal. Bahkan pernah melakukan pengiriman hingga Taiwan.

Tak hanya menjadi pusat produksi, Griya Batik Panji juga menjadi tujuan edukasi bagi anak-anak sekolah. Di sana, siswa dapat melihat langsung proses pembuatan batik dan mencoba praktik langsung.

“Alhamdulillah, usaha ini bisa berkembang besar berkat kerja sama warga. Setidaknya, hal ini bisa membantu mewarnai dan meningkatkan perekonomian warga,” pungkasnya.

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kabupaten kediri #kediri #UMKM Desa #umkm #batik cap #batik kediri #batik tulis #kecamatan grogol #panji #batik #wonoasri